Dugaan Tipikor Dermaga Labuhan Haji, Rekanan Mangkir Dipanggil Penyidik

Lalu M. Rasyidi. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemeriksaan para pihak dalam dugaan Tipikor pengerukan kolam labuh dermaga pelabuhan Labuhan Haji terus dikebut penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim). Dari puluhan saksi yang sudah diperiksa baik di tingkat penyidikan dan penyelidikan, pihak rekanan, PT Guna Karya Nusantara dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Kasi Intelijen Kejari Lotim, Lalu M. Rasyidi, menyebutkan sudah dua kali memanggil pihak rekanan untuk dimintai keterangan selaku saksi dalam kasus yang tengah diusutnya. Namun tampaknya pihak rekanan asal Bandung itu masih berkelit. “Sebelumnya sudah kita panggil tapi tak hadir. Dan hari ini (kemarin, red) kita panggil lagi, namun konfirmasinya masih berhalangan hadir. Kita akan agendakan panggil lagi,” terangnya, Senin, 1 Maret 2021.

Iklan

Begitupun untuk mantan Kadis LHK, inisial M dan mantan Plt Kadis PUPR Lotim, S sudah diagendakan untuk menjalani pemeriksaan pada pekan ini. “Intinya siapapun yang disebut dalam pemeriksaan yang kita lakukan itu kita panggil,” terangnya.

Untuk pihak bank, lanjut Rasyidi, sudah memenuhi panggilan penyidik. Dua orang perwakilan bank asal Bandung tersebut datang ke Kejari Lotim pada Senin, 1 Maret 2021 dan langsung dimintai keterangan. “Hari ini (kemarin, red) perwakilan dari pihak bank sebanyak dua orang yang datang,” ujarnya.

Diketahui dalam proyek pengerukan kolam labuh dermaga Labuhan Haji, pihak Kejari Lotim menemukan indikasi kerugian negara yang cukup fantastis sekitar Rp7 miliar lebih baik dari kerugian negara dan denda dari nilai anggaran dalam proyek ini sebesar Rp38,9 miliar. Namun sayangnya proyek ini sama sekali tidak dikerjakan padahal pihak rekanan sudah menerima uang muka sebesar 20 persen dan dilakukan pemutusan kontrak kerja sama.

Sementara persoalan tersebut tak sampai di sana, Pemkab Lotim kemudian melakukan penagihan uang muka ke BNI Bandung selaku bank penjamin waktu itu. Sayangnya, pihak bank tak kunjung mencairkan pada waktu itu dengan berbagai alasan hingga akhirnya Pemkab Lotim menempuh upaya hukum. Gugatan itu ditujukan ke PT Guna Karya Nusantara dan pihak bank hingga sampai saat ini belum ada kepastian pengembalian uang muka tersebut. (yon)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional