Dugaan Skimming, 400 Nasabah BRI Rugi Rp 1,8 Miliar

Mataram (suarantb.com) Polisi menerima hasil audit internal BRI Mataram. Tercatat, 400 nasabah menjadi korban skimming dengan kerugian Rp 1,8 miliar. Sementara pihak bank sudah mulai mengganti rugi.

“400-an nasabah yang melapor mengadu ke BRI. Kerugian sekitar Rp 1,8 miliar lebih dan terus berkembang,” ungkap Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Haris Dinzah dikonfirmasi Rabu, 2 November 2016.

Iklan

Hal itu terungkap dari hasil audit internal yang diserahkan pihak bank kepada penyidik Selasa, 1 November kemarin. Sementara klarifikasi saksi-saksi terus dilakukan.

Satu karyawan dari vendor pihak ketiga pengelola ATM, PT SSI Mataram dimintai keterangan, yakni dari bagian teknis.

“Agenda pemeriksaan, vendor sudah. Sekarang ini sedang (dimintai keterangan),” ungkapnya.

Haris menyebutkan, klarifikasi itu terkait bagaimana pihak vendor menyikapi apabila terjadi gangguan pada ATM ataupun interferensi pada sistemnya. “Bagaimana SOP mereka (vendor) apabila hal ini terjadi,” paparnya.

Upaya lain Polres Mataram, lanjut Haris, yakni dengan cara preventif. Tujuh pemimpin cabang bank yang beroperasi di Mataram dikumpulkan, Rabu, 2 November lalu. “Supaya bank membantu kita pencegahan sedini mungkin. Agar ini tidak melebar ke bank lain,” tandasnya.

Sementara Kantor Cabang BRI Mataram mengklaim sudah mengganti rugi kerugian nasabah korban skimming. Sejak Jumat pekan lalu hingga kemarin dan masih terus berlangsung.

Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Manajer Operasional Cabang BRI Mataram, Komang Wahyu mengungkapkan, proses pembayaran itu dilakukan setelah dilakukan investigasi internal bank.

“Itu Kanwil BRI yang mengerjakan. Kita di sini cuma melakukan pembayaran,” terangnya. Tindaklanjut bank sebelumnya yakni melakukan pemblokiran ATM kepada sejumlah nasabah.

Melalui notifikasi SMS, nasabah tersebut kemudian diminta untuk mengganti PIN ATM ke Kantor Cabang BRI Mataram. Pelayanan itu diberikan bersamaan dengan ganti rugi ke sejumlah nasabah yang menjadi korban skimming.

Komang menjelaskan, ganti rugi itu dilakukan di counter customer service. Uang sejumlah kerugian masing-masing nasabah langsung dimasukkan ke dalam rekening. (szr)