Dugaan Pungli di Sekolah, Dikpora Ingatkan Kepsek Segera Kembalikan Uang Siswa

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H. Sudenom naik pitam dengan dugaan pihak sekolah yang melakukan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap siswa. Ia mengingatkan agar uang yang telah ditarik oleh sekolah segera dikembalikan kepada siswa.

“Salah ini dan segera kembalikan kecuali tidak ada yang keberatan,” tegas Sudenom.

Salah satu sekolah favorit di Kota Mataram ini meminta sumbangan dana pengembangan pendidikan yang ditetapkan sebesar Rp 3.000.000 masing – masing siswa kelas X. Sumbangan ini ditargetkan harus telah terbayar pada Bulan Desember.

Besarnya sumbangan yang diminta sekolah menjadi pro kontra. Wali murid menganggap ini memberatkan terutama bagi orangtua siswa yang tidak mampu. Dugaan pungli dengan modus sumbangan ini dilaporkan ke Ombudsman RI Perwakilan NTB. Ombusdsman langsung menelusuri dan mengklarifikasi kepala sekolah.

Sekarang, kata Sudenom, tergantung orangtua siswa, apakah ikhlas dengan apa yang minta sekolah itu. Kalau ada yang merasa keberatan, maka sekolah uang tersebut harus dikembalikan.

Hasil rapat Dikpora bersama Kejaksaan dan kepolisian berapa pun kecilnya dana itu kalau ada yang tidak setuju maka itu adalah pungli.

“Menjadi pertanyaan apakah hasil itu dari kesepakatan orangtua atau tidak,” terangnya.

Jika ini kesepakatan bersama, kata mantan Sekretaris Dinas Kesehatan ini, kepala sekolah jangan ikut – ikutan bersurat ke orang tua siswa. Persoalan demikian sebaiknya diserahkan ke komite, karena komite yang berperan. Sementara, kepala sekolah hanya menyampaikan program yang ada dan harus dijelaskan penggunaannya.

“Berapa kekurangan dana ini harus ada RKS,” imbuhnya.

Apa yang dilakukan oleh sekolah favorit sudah salah. Oleh karena itu, ia meminta sekolah berhati – hati. Berbeda dengan sekolah menengah pertama (SMP), mereka sudah diarahkan.

“Intinya apabila keputusan diambil oleh sepihak atau sekolah saja maka itu pungli,” tegasnya.

Ombudsman RI Perwakilan NTB sebelumnya, tengah mengkaji dan menelaah laporan tersebut. Indikasi bahwa ada dugaan pungutan liar. Tapi, Ombudsman belum mengungkap seperti apa modusnya, karena sedang mempelajari aturan digunakan oleh sekolah.

Selain Ombudsman, tim saber pungli (sapu bersih pungutan liar) Kota Mataram akan menelusuri dugaan pungli di sekolah. Meski belum menerima laporan, tapi tim baru dibentuk satu bulan lalu agar menelusuri modus digunakan oleh pihak sekolah. (cem)