Dugaan Pungli Bantuan Masjid, Penyidik Terus Telusuri Aliran Dana Pungutan

penggeledahan yang berlangsung di ruang kerja salah seorang tersangka beberapa waktu lalu,  dilakukan aparat Polres Mataram dengan pengawalan ketat. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik masih mendalami aliran dana dugaan pungutan liar (Pungli) dana perbaikan masjid. Penyidik Polres Mataram akan melanjutkan ke pemeriksaan saksi, setelah penetapan tiga tersangka.

Tiga tersangka itu, Kasi Ortala dan Kepegawaian Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag NTB, HS, Kasubbag TU Kemenag Lobar, MI dan Staf KUA Gunungsari, BA.

Iklan

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam tidak menjelaskan secara gamblang hasil penyidikan lanjutannya. Namun secara umum uang hasil pungutan polanya disetorkan ke pejabat yang lebih tinggi. ‘’Kita masih melakukan pengembangan. Masih ada pemeriksaan saksi-saksi,’’ jelasnya ditemui Jumat (18/1).

Tersangka MI diduga memungut dana bantuan yang diberikan kepada empat masjid di Kecamatan Lingsar, dan lima masjid di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. Hasil pungutan itu disetor bertahap.

Selain itu, MI juga mendapat setoran dari tersangka BA yang memungut dari empat masjid di Gunungsari, Lombok Barat. Dari bukti yang disita penyidik, uang pungutan BA disetor ke MI yakni sebesar Rp55 juta.

Tersangka BA menyetor ke HS baru sebanyak dua kali. Yakni pada Sabtu (5/1) sebesar Rp25 juta. Uang diantar langsung ke rumah tersangka HS. Selanjutnya pada Senin (7/1) sebesar Rp30 juta dimasukkan lewat setoran tunai langsung.

‘’Kami masih mendalami uang yang ada di dalam rekening tersangka HS ini,’’ ucapnya. Di dalam buku rekening HS, tercatat arus kas keluar dan masuk yang masih ditelusuri sumber dan tujuannya.

Tiga tersangka itu kini telah dijerat pasal 12e UU RI No20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Mereka diduga sekongkol untuk memungut dana bantuan perbaikan masjid. Total masjid yang dipungut sebanyak 13 masjid dengan potongan antara 10 persen sampai 20 persen. (why)