Dugaan Penyimpangan Jaspelkes , Sejumlah Staf RSUD Tanjung Segera Dipanggil Polisi

Tanjung (Suara NTB) – Kasus dugaan penyimpangan pengelolaan dana Jasa Pelayanan Kesehatan (Jaspelkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung tahun anggaran 2015-2016 masih dipelajari oleh Polres Lombok Barat (Lobar). Namun Polres tetap merespon laporan masyarakat itu dengan upaya pengumpulan keterangan dan dokumen.

Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Joko Tamtomo, via telepon kepada awak media, Senin, 5 Desember 2016 membenarkan akan adanya tindaklanjut kasus dugaan penyelewengan Jaspelkes RSUD. Pekan ini juga – tepatnya, Rabu (besok), sejumlah karyawan RSUD akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Iklan

“Belum ke tahap penyedikan kok, baru penyelidikan saja. Kita akan minta sejumlah karyawan RSUD Tanjung untuk hadir (pemeriksaan) nanti pada Rabu, 7 Desember 2016 di ruang Kanit Tipikor Polres Lobar,” ungkap Joko.
Dijelaskan Kasatreskrim Polres Lobar, kasus dokumen dugaan penyelewengan jaspelkes belum lengkap. Oleh sebab itulah, Polres akan memintai keterangan kepada para pegawai yang terlibat dalam proses administrasi Jaspelkes RSUD Tanjung. Pemeriksaan ini lebih bersifat permintaan klarifikasi atas laporan yang disampaikan masyarakat, periode 25 September 2016 lalu itu.

“Kita masih dalam tahap pengumpulan data dan keterangan. Begitu laporan masuk, kita lanjutkan dengan dikeluarkannya surat perintah tugas lanjutan dengan No Sprin-Gas/43/XI/2016/Reskrim tertanggal 29 Nopember 2016,” sambungnya.

Dasar bahwa data dan dokumen belum lengkap, maka Satreskrim Polres Lobar juga belum bisa menyinggung apakah ada kerugian negara atau tidak. Namun demikian, kasus ini bisa saja ditingkatkan statusnya apabila ditemukan adanya unsur kerugian negaranya. “Kalau sudah ada hasil nanti kita ekspose. Sementara ini kita belum tahu kerugian seperti yang diduga menurut laporan pengaduan dari masyarakat itu.” demikian Joko. (ari)

  Kanwil Kemenkumham Razia Sel Mewah dan Napi Pelesir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here