Dugaan Penyimpangan Dana Unit Transfusi Darah, Kejari Loteng Dapat Dukungan Moral

Peserta aksi menggelar kain putih saat aksi di depan kantor Kejari Loteng, sebagai bentuk dukungan atas proses penyelidikan yang dilakukan terkait kasus tunggakan pembayatan BPPD UTD Dikes Loteng, Selasa, 14 September 2021.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) mengungkap dugaan penyimpangan kasus tunggakan pembayaran Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) Unit Transfusi Darat (UTD) Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng oleh RSUD Praya, mendapat dukunan moral berbagai elemen di daerah ini. Bahkan, saat menggelar aksi di depan kantor Kejari Loteng, Selasa, 14 September 2021.

Sejumlah elemen pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Pemuda dan Mahasiswa (JaPMa) Loteng, secara terbuka menyatakan dukungannya atas penyelidikan yang dilakukan Kejari Loteng. Diharapkan, kasus tersebut bisa terungkap dan pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab dalam persoalan itu bisa segera diadili. “Kita dengan tegas mendukung sekaligus mendorong Kejari Loteng untuk serius mengungkap kasus BPPD UTD Dikes Loteng ini,” ujar koordinator aksi JaPMa Loteng, Nasrullah.

Iklan

Dikatakannya, kasus tersebut sudah cukup lama dilaporkan oleh masyarakat. Sehingga pihaknya berharap Kejari Loteng tidak setengah-setengah dalam mengungkap kasus tersebut. Harus tuntas dan pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diadili.

Sebagai bentuk dukungan moral, peserta aksi membentangkan kain putih bertuliskan dukungan serta tuntutan kepada Kejari Loteng. Yang pada intinya mendesak kasus tunggakan pembayaran BPPD UTD Dikes Loteng segera dituntaskan. Kain putih tersebut dipasang didepan kantor Kejari Loteng di bawah pengawalan aparat kepolisian. Usai menyampaikan aspirasi dan memasang kain tuntutan, peserta aksi kemudian membubarkan diri.

Kasi Intel Kejari Loteng, Catur Hidayat Putra, S.H., mengaku mengapresiasi dukungan yang diberikan elemen pemuda dan mahasiswa Loteng tersebut. Dukungan tersebut bakal menjadi tambahan semangat bagi pihaknya dalam usaha mengungkap kasus BPPD UTD Dikes Loteng tersebut. Pihaknya pun menegaskan sangat serius untuk mengungkap kasus itu. “Apresiasi sekaligus ucapan terima kasis atas dukungan ini. Yang pasti, kita serius dalam mengungkap kasus UTD ini,” tegasnya.

Terbukti, sampai saat ini proses penyelidikan masih terus berjalan. Di mana saat ini pihaknya terus mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap dugaan penyimpangan yang terjadi. Ia pun mengaku sudah ada perkembangan yang positif sejauh ini terkait penyelidikan kasus tersebut. “Progresnya cukup positif,” tandasnya.

Disinggung langkah-langkah apa yang dilakukan Kejari Loteng untuk bisa mengungkap kasus BPPD UTD tersebut, pria yang akrab disapa Yabo ini, mengaku jelas ada. Namun tentu itu tidak bisa diungkap secara detail, karena berkaitan dengan proses penyelidikan itu sendiri. “Tentu kita punya cara-cara untuk mengungkap sebuah kasus, termasuk di kasus UTD ini. Tapi seperti apa, tunggu saja hasilnya,” imbuhnya.

Kasus BPPD UTD Dikes Loteng sendiri mencuat awal tahun lalu, setelah Kejari Loteng mendapat laporan soal tunggakan pembayaran BPPD UTD Dikes Loteng oleh RSUD Praya sejak tahun 2017 silam hingga tahun 2020 lalu dengan nilai mencapai hingga Rp2 miliar lebih. Indikasi penyimpangan muncul, karena RSUD Praya selama ini diketahui menarik pembayaran terhadap BPPD dari pasien yang mendapat pelayanan transfusi darah. Baik itu pasien umum maupun pasien peserta BPJS. Sementara RSUD Praya sendiri justru tidak pernah menyetorkan BPPD tersebut ke UTD Dikes Loteng, selama beberapa tahun terakhir. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional