Dugaan Penggelapan Dana Yayasan, Praperadilan Mantan Ketua STKIP Bima Gugur

Persidangan pembacaan putusan praperadilan sah tidaknya penetapan tersangka yang diajukan mantan Ketua STKIP Bima Amran Amir di PN Raba Bima.(Suara NTB/Bidkum Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Ketua STKIP Bima Dr Amran Amir mengajukan praperadilan atas penetapan tersangkanya dalam kasus penggelapan dana Yayasan STKIP Bima. Tetapi, permohonan itu gugur dalam persidangan di Pengadilan Negeri Raba Bima.

Hakim tunggal Arif Hadi Saputra membacakan putusannya terhadap perkara praperadilan bernomor 2/Pid.Pra/2021/PN.Rbi yang diajukan Amran melalui kuasa hukumnya, Saiful Islam. Amran memohonkan praperadilan terhadap sah tidaknya penetapan tersangkanya dalam kasus yang ditangani Subdit II Ditreskrimum Polda NTB. Amran ditetapkan tersangka dengan pasal 374 KUHP juncto pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP.

Iklan

Tetapi pada saat persidangan, Amran mencabut kuasa terhadap pengacara yang mengajukan praperadilan tersebut. Sehingga hakim memutuskan menyatakan sidang praperadilan itu gugur. “Meskipun demikian, pada prinsip penanganan kasus tersebut menurut bukti-bukti yang kita siapakn, penetapan tersangkanya sudah sesuai prosedur,” ucap Kabid Hukum Polda NTB Kombes Pol Abdul Azas Siagian, Rabu, 4 Agustus 2021.

Amran menjadi tersangka bersama empat orang lain dalam pengelolaan dana Yayasan STKIP Bima tahun anggaran 2016-2019. Para tersangka menarik uang yayasan tanpa sepengetahuan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Modusnya, dana dipakai bukan untuk kepentingan kampus. Diduga uang ini dipakai untuk kepentingan pribadi. Nilai penggelapannya, sejumlah Rp19,33 miliar berdasarkan hasil audit independen. Dari temuan awal yang hanya Rp12,8 miliar. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional