Dugaan Pencucian Uang Rp10 Miliar, Terdakwa H. Zen Dimasukkan ke Sel Tahanan

Terdakwa kasus pencucian uang hasil tindak pidana penipuan H Zainudin menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Terdakwa pencucian uang hasil penipuan Rp10 miliar, H Zainudin alias H Zen dijebloskan ke sel tahanan Rutan Polda NTB. Majelis hakim mengelurkan penetapan penahanan itu saat sidang penyampaikan nota pembelaan. Jaksa penuntut umum pun langsung melaksanakan penetapan di hari yang sama.

“Sudah kita laksanakan. Kita titipkan penahanannya di Polda NTB,” ucap jaksa penuntut umum Feddy Hantyo Nugroho dikonfirmasi Jumat, 8 Oktober 2021. H. Zen dibawa ke Rutan Polda NTB pada Kamis, 7 Oktober 2021 usai sidang di Pengadilan Negeri Mataram.

Iklan

Penahanan itu diucapkan ketua majelis hakim R Hendra saat sidang dengan agenda pledoi. Pertimbangan penahanan itu, sambung dia merupakan wewenang hakim. Pihaknya hanya sebatas menjalankan penetapan. “Kita hanya melaksanakan penetapan hakim dan sudah kita laksanakan,” jelasnya.

H Zen sejatinya sudah ditahan sebelumnya sejak 11 Januari lalu. Penahanan ini saat tahapan penanganan kasus masuk proses penuntutan. Penahanan hanya efektif sampai 30 Januari sebab putusan sela H Zen dikabulkan berikut perintah mengeluarkan H Zen dari penahanan. “Persidangan masih lanjut minggu depan kami mengajukan replik,” tutup Feddy.

H Zen sebelumnya dituntut penjara 15 tahun merujuk pembuktian dakwaan pasal  3 UU RI No 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. H Zen juga dituntut untuk membayar denda Rp1 miliar yang apabila tidak dibayar maka harus diganti dengan kurungan selama enam bulan.

Tuntutan ini diajukan dengan dasar terdakwa H Zen terbukti menggunakan uang hasil pidana penipuan. Antara lain untuk membeli tanah, membayar fee penjualan tanah kepada pihak ketiga, membelikan istrinya emas, membiayai kegiatan partai, membeli barang elektronik, membayar uang muka pembelian dan pelunasan enam bidang tanah, dan memberi orang lain pinjaman dengan jaminan sertifikat tanah.

H Zen pun dituntut mengembalikan dan menyerahkan aset-aset yang dibeli dari hasil pencucian yang kepada korban Andry Setiadi Karyadi. Antara lain tanah hak milik seluas 1,4 hektare di kawasan Pantai Surga, Jerowaru, Lombok Timur; tanah hak milik di Buwun Mas, Sekotong Lombok Barat diantaranya seluas 1,6 hektare; 1,98 hektare; 1,99 hektare; 1,18 hektare; 0,52 hektare1,64 hektare; dan 10 hektare; dan di tanah hak milik di Prapen, Lombok Tengah.

Tindak pidana pencucian uang ini berawal dari terbuktinya pidana penipuan yang dilakukan H Zen. Pencucian uang dilakukan antara tahun 2011 sampai tahun 2014 dengan menarik tunai dan debet dengan total transaksi Rp15,36 miliar. Uang berasal dari hasil menipu Andre Setiady Karyadi dalam jual beli tanah seluas 5,5 hektare di Pandanan, Sekotong Barat, Sekotong, Lombok Barat. Tanah yang dijual itu ternyata milik PT Graha Witasantika dengan bukti SHGB No40/Sekotong Barat. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional