Dugaan Pembunuhan Adik Ipar, Dokter Forensik Belum Simpulkan Penyebab Kematian

Kasatreskrim Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa memantau proses autopsi korban dugaan pembunuhan TKP Gubug Mamben, Pagesangan Barat, Mataram, kemarin.(Suara NTB/Satreskrim Polresta Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Dokter forensik menyelesaikan autopsi jenazah korban dugaan pembunuhan warga Lingkungan Gubug Mamben, Pagesangan Barat, Mataram, Fitriah. Penyebab kematian korban masih ditelaah secara medisnya. Nantinya dokumen autopsi menjadi barang bukti.

“Autopsinya sudah selesai,” terang Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa dikonfirmasi Rabu, 22 September 2021. Meski autopsi sudah selesai, tetapi laporan mengenai hasilnya belum diserahkan dokter forensik. Namun, dari laporan awal ditemukan sejumlah luka tusuk pada organ vital.

Iklan

“Tusukannya memang ada masuk sampai ke jantung dan paru-paru. Tapi belum disimpulkan penyebab kematiannya karena kalau autopsi kan harus diterangkan dalam bahasa medis,” jelasnya.

Usai autopsi, jenazah korban kemudian dimakamkan di TPU Gubug Mamben, Pagesangan Barat, Mataram. Sementara tersangkanya, Husnan (45) ditahan di Polresta Mataram. Husnan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana atau pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang disengaja. Ancaman hukumannya paling berat hukuman mati.

Modusnya, pelaku yang merupakan kakak ipar korban ini menyelinap masuk ke kamar korban pada Selasa, 21 September 2021 dini hari. Kemudian menusukkan pisau sepanjang 25 sentimeter yang dibawa dari rumahnya ke badan korban. Korban menderita 15 luka tusuk. Dari hasil visum luar, korban menderita sekurangnya 15 luka tusukan di bagian dada, ulu hati, dan lengan.

Korban saat itu tidur dengan suaminya, Masnun (44). Usai menghujam pisau, Husnan lalu kabur kembali ke rumah yang hanya bersebelahan tembok. Suami korban yang juga adik kandung pelaku ini hendak mengejar. Tapi gagal karena dihalau tombak.

Penusukkan ini dipicu pelaku yang tidak terima karena ditegur korban terkait pembuangan sampah di area rumah. Emosi pelaku memuncak karena sejak lama bertengkar dengan korban. Alasannya, karena pelaku kerap dihina. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional