Dugaan Manipulasi LPJ Dana Parpol, Polisi Klarifikasi Pengurus PPP Lotim

Sekretaris DPC PPP Lotim, Pahrur Rozi yang juga selaku pelapor saat dimintai keterangan oleh penyidik Tipidum yang didampingi langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, Senin,  17 Juni 2019. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Dugaan manipulasi atau pemalsuan dokumen laporan pertanggungjawaban dana bantuan partai politik (parpol) yang dilakukan oleh Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lotim terus bergulir. Senin,  17 Juni 2019, penyidik dari Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satreskrim Polres Lotim mulai melakukan klarifikasi terhadap pengurus partai berlambang Ka’bah tersebut.

Pemeriksaan pertama dilakukan terhadap Sekretaris PPP Lotim, Pahrur Rozi yang juga selaku pelapor dalam kasus dugaan pemalsukan dokumen LPJ dana parpol tahun 2017 dan 2018 ini. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pulkul 9:30 wita hingga pukul 13:00 wita. Materi dari pemeriksaan sendiri untuk memperjelas sejumlah item yang sebelumnya dilaporkan.

Iklan

“Iya, hari ini kita undang untuk dimintai keterangan atas laporan dugaan pemalsuan dokumen. Hari ini diagendakan pelapor yang juga Sekretaris DPC PPP Lotim,” terang Kasat Reskrim Polres Lotim,  AKP. I Made Yogi Purusa Utama,SIK,

Dalam kasus ini, kata dia, akan melihat perkembangan dari hasil pemeriksaan. Apabila dari keterangan dan barang bukti mengarah adanya indikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Ketua DPC PPP Lotim, H. A. Muzanni selaku terlapor, maka kasusnya juga akan dilimpahkan ke unit Tipikor. Selain Sekretarias DPC PPP, pihak kepolisian juga sudah mengagendakan untuk mengundang sejumlah pihak terkait lainnya seperti Ketua DPC PPP, bendahara serta pengurus partai lainnya. “Sekarang masih Tipidum, karena yang dilaporkan itu terkait pemalsuan dokumen,”sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PPP Lotim, H. A. Muzzani Umar, membantah apa yang disangkakan Fahrur Rozi yang juga Sekretarisnya itu. Selaku ketua, ia menuduh bahwa Fahrur Rozi hanya ingin menjatuhkannya, karena ingin merebut kursinya menjadi ketua partai. Terlebih, kata dia, saat ini PPP mulai diminati dan dilirik, karena PPP sudah berhasil mengisi lima dapil. Sehingga apa yang menjadi pelaporan dan tuduhan terhadap dirinya itu tidak benar.

Menurut Muzani, terisinya lima dapil sudah tentu akan berdampak terhadap bertambahnya dana bantuan parpol terhadap suatu partai. Bahkan Muzani kembali menuduh bahwa selama ini Fahrur Rozi selaku sekretaris yang tidak pernah hadir dalam beberapa pertemuan yang dilakukan oleh partai berlambah Ka’bah tersebut.

Untuk itu, dirinya siap melayani apa yang menjadi gugatan tersebut secara hukum pula sebagaimana langkah yang dilakukann oleh sekretarisnya, sehingga siapa yang salah dan siapa yang benar dapat dibuktikan secara hukum. (yon)