Dugaan Kumpul Kebo, BKPSDM Mulai Dalami Hasil BAP Oknum Guru PNS

A. Rosyid Ruum Hadi. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bima, sudah menerima berkas hasil BAP dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Terkait kasus dugaan kumpul kebo oknum guru PNS SDN 55 inisial RA (37) dengan pasangan selingkuh, tempatnya sebuah kamar kos di Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda.

Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM Kota Bima, A. Rosyid Ruum Hadi, SH., M. Hum., kepada Suara NTB di kantornya, Jumat, 3 September 2021 menyampaikan, setelah berkas BAP tersebut diserahkan Tanggal 2 September 2021, hari ini pihaknya mulai melakukan pendalaman informasi. “Kita sudah mulai melakukan pemeriksaan, pertama dari pelapor yakni suami dari oknum guru PNS itu,” terangnya.

Iklan

Disamping Najib Mubarak, selaku pelapor dan suami dari oknum guru PNS yang diduga kumpul kebo dengan pasangan selingkuh, sejumlah pihak akan dimintai keterangan untuk pendalaman informasi, seperti terlapor RA, pemilik kos, Ketua RT dan saksi-saksi lain yang mengetahui persoalan ini.

Prinsipnya, kata A. Rosyid, BKPSDM akan menggali keterangan yang untuh guna memastikan sikap apa yang akan diambil untuk mendapat keputusan dari Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE.

“Kita akan pelajari dulu berkasnya. Kalau terbukti, sanksi antara hukuman disiplin sedang seperti penundaan kenaikan pangkat, gaji berkala sampai penurunan pangkat. Kalau sanksi berat pembebasan dari jabatan sampai pemberhentian, tapi itu nanti keputusan Walikota,” jelasnya.

Mengingat pendalaman hasil BAP ini baru dimulai. Ia masih harus berkomunikasi dengan pimpinan, terkait perlu atau tidak membentuk tim pemeriksa khusus dari BKPSDM, Dikbud dan Inspektorat.

Sementara, menyangkut sejumlah pertanyaan yang akan dicecar terhadap pelapor, terlapor dan saksi serta hasil BAP awal dari Dikbud, A. Rosyid Ruum Hadi belum bisa membeberkan karena masih dalam proses. “Kalau isi BAP ndak bisa kita sampaikan. Intinya nanti kita bentuk tim, cuma minta rekomendasi Kaban dulu,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional