Dugaan Korupsi Rababaka, Kejari Dompu Banding Putusan Majelis Hakim

M. Isa Ansyori. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Kepala Desa Rababaka, Tri Sutrisno akhirnya divonis 1,6 tahun penjara. Terkait keterlibatannya dalam kasus korupsi pengelolaan DD/ADD tahun 2018. Hal itu berdasarkan putusan Majelis Hakim PN Tipikor Mataram, Selasa 5 Januari 2021.

Keputusan final pada tingkat PN Tipikor tersebut, dinilai belum memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat, apalagi dengan putusan kerugian yang hampir mendekati tuntutan jaksa. Untuk itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, berencana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Demikian ungkap Kasi Pidsus Kejari Dompu, M. Isa Ansyori, SH., ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 8 Januari 2021. “Sikap kita menyatakan banding, tapi belum disampaikan ke pengadilan. Mungkin dalam waktu dekat ini,” terangnya.

Diantara pertimbangan mengajukan banding atas putusan itu, selain menilai tidak terpenuhinya rasa keadilan bagi masyarakat, juga cukup jauh dari tuntutan awal jaksa selama 5,5 tahun. Karenanya, perbedaan persepsi ini harus diuji pada tingkat yang lebih tinggi.

Tri Sutrisno, lanjut dia, disamping menjalani kurungan penjara selama 1,6 tahun, ia dibebankan denda sebesar Rp50 juta dan uang penggati Rp190 juta lebih. “Ini juga akan menjadi bahan dalam memori banding kita terkait perbedaan persepsi antara penuntut denga majelis,” ujarnya.

Disinggung soal keterlibatan pelaku lain dalam kasus korupsi yang telah merugikan keuangan negara ratusan juta tersebut, M. Isa Ansyori tak berani memastikan, sebab salinan lengkap putusan dari pengadilan masih belum dikatongi. Jika memang terdapat para pihak secara aktif membantu atau memiliki niatan yang sama dengan terdakwa, pihaknya akan langsung mengambil langkah hukum.

Upaya banding atas putusan hakim bukan saja dilakukan jaksa penuntut umum, tetapi demikian pula halnya dengan pihak terdakwa. “Sewaktu mendengar putusan terdakwa juga masih menggunakan haknya untuk pikir-pikir. Jadi kita memiliki waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap,” pungkasnya. (jun)