Dugaan Korupsi, Polda NTB Selidiki Proyek Tiga Pasar di Lobar

I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB masih menelaah laporan pengaduan dugaan penyimpangan pembangunan tiga pasar di Lombok Barat. Kasus ini dilaporkan dengan dugaan kekurangan volume pekerjaan. “Kita gak langsung turun. Kita pelajari dulu,” kata Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, Rabu, 20 Januari 2021.

Laporan pengaduan tersebut, sambung dia, sudah diterima dua hari lalu. Namun, isi laporannya sedang ditelaah. Terkait kelengkapan bukti awal dugaan korupsinya. “Kalau di pengaduannya sudah diketemukan bukti permulaannya, kalau ada, kita akan follow up,” terangnya.

Iklan

Dalam laporan tersebut disebutkan indikasi kekurangan volume pekerjaan. Diantaranya dalam proyek pembangunan Pasar Lembar, Pasar Kediri, dan Pasar Gunungsari. “Kalau itu yang bisa menyampaikan dari ahli. Kita lihat dulu dokumen pengaduannya,” tandas Eka.

Pengaduan itu disampaikan LSM PPLS Lombok Barat. Intinya melaporkan indikasi korupsi pembangunan tiga pasar di tahun 2018 yang sumber anggarannya dari APBD. Anggaran dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Barat.

Berdasarkan penelusuran melalui laman LPSE Lombok Barat, Pasar Kediri ditender dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp1,38 miliar. Tender ini dimenangkan CV LI yang menawar dengan harga Rp1,036 miliar.

Kemudian proyek pembangunan pasar Lembar dilelang dengan HPS Rp1,3 miliar. Kontraktor CV GH memenangi tender yang diikuti 102 peserta itu dengan penawaran Rp986,26 juta.

Proyek pembangunan dikerjakan dalam empat paket proyek sepanjang 2018-2020. Yang dilaporkan terkait proyek di tahun 2018 dengan nilai HPS Rp1,299 miliar. Lelang proyek ini dimenangkan PT TH dengan harga penawaran Rp961,21 juta. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional