Dugaan Korupsi Bantuan PKH, Kejari Lotim Periksa Dinas Sosial dan Penerima Manfaat

Kasi Pidsus Kejari Lotim,  Wasita Triantara (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu kasus yang masih berjalan hingga tahun 2019 ini. Dalam kasus yang menyeret salah satu koordinator kabupaten (korkab) PKH Lotim FT, Kejari Lotim sudah memeriksa sejumlah pihak sebagai saksi baik yang berasal dari kelompok penerima manfaat (KPM) maupun internal PKH itu sendiri.

Kepada Suara NTB, Rabu,  2 Januari 2019, Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) pada Kejari Lotim, Wasita Triantara, menjelaskan, kasus dugaan tipikor dana bantuan PKH terus berlanjut. Pasalnya, kasus tersebut saat ini sudah bergulir pada tahap penyidik sejak dilaporkan. Sejumlah saksi yang sudah diperiksa berasal dari Dinas Sosial Lotim dan penerima manfaat PKH itu sendiri.

Iklan

Namun sampai saat ini, kasus dugaan tipikor ratusan uang negara yang dihajatkan untuk warga miskin di Kabupaten Lotim itu belum ada penetapan tersangka. Namun beberapa pihak sudah dimintai keterangan dalam kasus yang masuk ke meja Kejari Lotim tahun 2018 ini lalu. “Masih dalam tahap penyidikan. Saksi yang kita periksa sudah cukup banyak,” klaimnya.

Dalam kasus PKH ini, lanjutnya, FT diduga memungut uang yang seharusnya diterima oleh masyarakat tahun 2017-2018 dana tahap satu dan dua. Dugaan praktik korupsi terhadap dana bantuan PKH oleh FT dilakukan pada saat dirinya menjabat sebagai pendamping PKH di wilayah Kecamatan Montong Gading tahun 2017 lalu. Dana yang ditilep mencapai ratusan juta rupiah dari yang seharusnya dibagikan ke KPM yang tergabung dalam sembilan kelompok yang terdapat di wilayah tersebut.

Akan tetapi hingga memasuki tahun 2018, dana tersebut tidak kunjung dicairkan oleh yang bersangkutan. Sementara, pendamping PKH tersebut naik jabatan menjadi salah satu korkab di Kabupaten Lotim. Kondisi inipun membuat masyarakat geram dan melaporkannya ke aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kejari Lotim. (yon)