Dugaan Korupsi Anggaran Desa Tambora, Tim Kejaksaan Turun ke Lapangan

Dompu (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu masih menunggu hasil audit Inspektorat atas penggunaan anggaran Desa Tambora Kecamatan Pekat tahun 2016. Hasil pengecekan lapangan, tim kejaksaan menemukan program perpipaan dengan total anggaran Rp 400 juta lebih belum juga dipasang. Sehingga diperkirakan kerugian negaranya lebih dari Rp 200 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dompu, Hasan Kurnia, SH kepada Suara NTB di Wawonduru, Senin, 5 Juni 2017 kemarin, mengaku, pihaknya telah turun ke lokasi untuk mengecek data terkait dugaan penyelewengan anggaran Desa tahun 2016. Timnya, bahkan turun sampai ke tempat mata air menggunakan motor trail dan sampai digigit lintah saat menyusuri hutan di Tambora. Dengan medan yang sulit, tentu akan sulit juga angkut pipa dan pemasangannya.

Iklan

“Pipanya masih numpuk, belum dipasang. Kalau sekedar beli, semua orang bisa dan ndak ada susahnya,” kata Hasan Kurnia.

Ia pun mengaku, oknum Kepala Desa Tambora tidak menyangka timnya langsung turun ke lapangan untuk mengecek. Beberapa temuan pihaknya justru cukup mencengangkan. “Kita akan terus berkoordinasi dengan Inspektorat dan menunggu hasil auditnya,” ungkapnya.

Kendati demikian, Hasan Kurnia berharap, tidak banyak Kepala Desa yang terlibat kasus korupsi. Ketika banyak kepala Desa, maka akan banyak juga Kepala Desa yang diseret ke kursi pesakitan. “Semoga saja tidak banyak. Kalau banyak, nanti semua kepala Desa diambil (diproses hukum),” harapnya.

Kasus dugaan korupsi anggaran Desa Tambora Kecamatan Pekat tahun 2016 kini dalam tahap penyelidikan oleh Kejari Dompu. Berdasarkan bukti transaksi yang didapat, ada kerugian sekitar Rp 100 juta lebih. Belum lagi kasus untuk kegiatan perpipaan dengan total anggaran Rp 400 juta lebih yang hingga saat ini belum dipasang. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional