Dugaan Bocornya Keuangan PT.GNE, Jika Tak Dikembalikan, Pemprov Ambil Langkah Hukum

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H. Wirajaya Kusuma (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan mengambil langkah hukum apabila kebocoran keuangan PT. Gerbang NTB Emas (GNE) sebesar Rp3,1 miliar tak dikembalikan oleh salah satu mantan manajer di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Dugaan kebocoran keuangan PT. GNE sebesar Rp3,1 miliar tersebut merupakan hasil Sistem Pengendalian Internal (SPI).

Saat ini, Direktur PT. GNE telah meminta Inspektorat melakukan audit investigatif mengenai temuan tersebut. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc telah meminta Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH, M. Si segera menyelesaikan audit investigatif.

Iklan

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH mengatakan sudah memanggil Direksi PT. GNE.  Informasi yang diperoleh, salah satu manajer PT. GNE yang diduga bertanggung jawab atas dugaan kebocoran Rp3,1 miliar telah diberhentikan.

‘’Informasinya, yang bersangkutan telah dipecat. Tetapi tetap diminta pertanggungjawaban itu. Makanya sekarang pihak Direksi PT GNE sudah meminta investigasi khusus Inspektorat. Harapannya perkara ini bisa cepat selesai,’’ kata Wirajaya dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna di DPRD NTB, Senin, 28 Januari 2019.

Meskipun yang bersangkutan telah diberhentikan, namun harus tetap bertanggung jawab untuk mengembalikan kebocoran Rp3,1 miliar. Apabila tak mengembalikan, maka akan diambil langkah-langkah hukum.

‘’Yang jelas, karena ini menyangkut kerugian daerah harus dikembalikan. Sekarang kita minta inspektorat melakukan investigasi khusus. Dari pihak GNE yang meminta,” tambahnya.

Wirajaya mengaku sudah melapor ke gubernur dan Sekda mengenai perkembangan PT. GNE. Mengenai dugaan kebocoran keuangan PT. GNE, kata Wirajaya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc meminta pihak yang bertanggung jawab segera mengembalikan.

‘’Kalau memang benar ada kerugian. Kan harus diuji juga itu.  Pak Gubernur memanggil juga Inspektur untuk segera menyelesaikan audit investigasi yang diminta Direktur PT. GNE,’’ ujarnya.

Wirajaya menyebutkan, jumlah piutang PT. GNE sekitar  Rp7 miliar. Dari jumlah piutang tersebut, di dalamnya diduga Rp3,1 miliar yang mengalami kebocoran. Sementara sisanya sekitar Rp4 miliar merupakan piutang.

‘’Saya sudah meminta jajaran direksi untuk mempercepat proses penagihan terhadap rekanan yang belum membayar. Informasinya dari rekanan belum membayar,’’ katanya.

Mantan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB ini mengatakan, seharusnya Direksi PT. GNE tegas menagih rekanan yang belum membayar agar tak menjadi piutang. Untuk itu,  seluruh direksi sudah diminta bekerja maksimal menagih piutang tersebut.

‘’Harapan saya ini cepat selesai. Artinya yang bersangkutan, ini katanya tunggal. Laporannya seperti itu. Kita harapkan teman Inspektorat segera menuntaskan pemeriksaannya,’’ harapnya. (nas)