Dua Warga Meninggal Dunia karena DBD

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Selain fokus menangani pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Dinas Kesehatan juga memiliki tanggungjawab membasmi nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Gigitan nyamuk aedes aegety menyebabkan dua warga meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menyebutkan, jumlah kasus deman berdarah dengue sampai bulan Februari mencapai 66 kasus. Dua pasien di antaranya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan meningkat pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan. “Mudah – mudahan tidak ada lagi kasus,” harap Usman dikonfirmasi, Rabu, 24 Februari 2021.

Iklan

Peta sebaran kasus DBD yakni Kelurahan Pagesangan Timur termasuk zona merah. Sedangkan, kelurahan lainnya hijau dan putih. Antisipasi penularan DBD tidak jauh berbeda dengan pandemi Covid-19. Masyarakat harus menerapkan 3M seperti menguras, menutup dan mengubur barang bekas.

Dengan kondisi cuaca seperti saat ini, Usman belum berani memprediksi puncak kasus gigitan nyamuk tersebut. Kendati demikian, ia berharap tidak ada lagi kasus ditemukan di masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi penularan, petugas membagikan abate ke masyarakat. Dia memaklumi bahwa masyarakat banyak mengeluh keterlambatan pendistribusian abate karena keterbatasan tenaga. Untuk fogging sendiri tergantung dari permintaan masyarakat melalui kepala lingkungan. “Kalau fogging tergantung permintaan dari kelurahan,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Camat Cakranegara Muhammad Erwan membantah bahwa warganya meninggal dunia akibat terserang deman berdarah dengue. Dia menelusuri ke sejumlah lingkungan dan kelurahan tidak menemukan data tersebut. “Sudah saya telusuri tapi tidak ada,” ucapnya.

Erwan mengakui, kasus DBD ditemukan di wilayahnya. Hal itu terlihat dari gerakan pemberantasan sarang nyamuk dilakukan di Kelurahan Karang Taliwang, Sapta Marga, Cilinaya dan Cakra Selatan Baru. Menurutnya, PSN tidak lantas dilakukan saat ditemukan kasus saja, tetapi menjadi program rutin dari juru jumantik bersamaan dengan sweeping posyandu. “Imbauan tetap kita sampaikan bersamaan dengan sosialisasi prokes Covid-19,” terangnya.

Dia mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta mengkonsumsi asupan gizi berimbang. Saat ini,tidak saja pandemi Covid-19 menjadi musuh bersama, tetapi DBD juga perlu dibasmi. (cem)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional