Dua Warga Loteng Jadi Korban TPPO

Ilustrasi (Human Trafficking)/(suarantb.com/pexels)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak dua warga asal Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tercatat masuk dalam daftar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diduga jadi korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO). Keduanya Miani (20) serta Rokial Aini (27) asal Desa Aik Bukak Kecamatan Batukliang Utara. Dan, saat ini masih menunggu proses pemulangan ke daerah asal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng, H. Masrun, S.Sos., yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat,  19 April 2019 membenarkan soal adanya warga Loteng yang jadi korban TPPO. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pastinya., termasuk soal asal dan alamat TKI asal Loteng tersebut.

Iklan

“Informasi awal ada dua orang. Tapi ini masih sementara. Data pastinya kita menunggu dari provinsi,”  terangnya. Untuk itu, pihaknya sampai saat ini belum bisa memastikan langkah yang akan diambil, karena masih menunggu informasi pasti dari Disnakertrans NTB.

Sampai sejauh ini pihak terus berkoordinasi dengan Disnakertrans NTB maupun dengan BP3TKI NTB untuk memperjelas informasi yang masuk terkait korban TPPO. Apalagi persoalan TPPO saat ini sudah ditangani oleh pemerintah pusat dan Mabes Polri dan yang aktif berkomunikasi dengan pusat dan Mabes Polri adalah Disnakertrans NTB. Untuk itu, informasi dari Disnakertrans NTB itulah yang nantinya akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk bertindak. “Seperti apa yang kita lakukan, tunggu dari provinsi,”  tegasnya kembali. (kir)