Dua Terduga Pengedar Narkoba Ditangkap

Kapolres Lobar Bagus S Wibowo didampingi Kasat Narkoba Totok Suharyanto dan Kabag Ops Kiiki Firmansyah, saat jumpa pers penangkapan pelaku jaringan pengedar narkoba melibatkan pelaku di LP. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil membekuk dua terduga pengedar narkoba. Penangkapan keduanya dilakukan Jumat, 21 Februari 2020. Salah satu di antara pelaku tersebut termasuk sindikat jaringan melibatkan pelaku di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Mataram.

Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo menerangkan dalam jumpa persnya, penangkapan pertama dilakukan di salah satu kafe di wilayah Senggigi. Pelaku inisial U yang diduga sebagai pengedar. Setelah dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan dari pelaku diamankan barang bukti sabu-sabu seberat 1,09 gram dan sejumlah uang diduga hasil transaksi narkoba. “Barang ini kami dapatkan di kendaraan pelaku,” jelas kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP Totok Suharyanto SH dan Kabag Ops Kompol Kiki Firmansyah, SIK, Rabu, 26 Februari 2020.

Iklan

Setelah dilakukan penangkapan terhadap U, pihaknya melakukan pengembangan lagi, sehingga pihak tim  Satres Narkoba kembali mengamankan  MS yang juga diduga pelaku termasuk dalam sindikat peredaran narkoba. MS diamankan di rumahnya di Dasan Agung tanpa perlawanan. Dari hasil penangkapan kedua pelakuberhasil diamankan 21,05 garam lebih. Selain itu pihaknya mengamankan BB lain, seperti bong, korek, gunting, klip untuk mengemas sabu, alat penimbang dan sejumlah uang.

Setelah dilakukan pengembangan lagi, pengakuan tersangka ini pihaknya menduga kuat bahwa diduga sindikat peredaran narkoba adalah salah satu jaringan yang berasal dari Lapas Mataram.  “Setelah dilakukan penyelidikan, kami memiliki cukup kuat bahwa sindikat peredaran narkoba yang Kita ungkap, salah satu sindikat peredaran narkoba berasal dari lapas (diduga dikendalikan dari lapas),” tegas Bagus.

Pihaknya memiliki dugaan kuat kalau salah seorang penghuni lapas terlibat dalam jaringan pengedar. Termasuk barang haram ini juga memiliki keterkaitan dengan pelaku di LP. Pihaknya terus melakukan pengembangan kasus ini untuk menangkap bandar. “Masih mungkin kita akan mendapatkan tersangka lain,” jelas dia.

Saat ini para tersangka sudah ditahan di rutan Mapolres Lobar. Untuk asal barang haram jelas dia, masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan. Termasuk, pihaknya mendalami pelaku apakah pemain lama atau hanya baru-baru. Para tersangka sendiri disangkakan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tentang narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. (her)