Dua Tambahan Pasien Positif Corona dari Kekalik Jaya dan Rembiga

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, juga Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh didampingi Kepala BPBD, Mahfuddin Noer memberikan keterangan pers, Selasa, 31 Maret 2020. Dua warga Kota Mataram positif terinfeksi Covid-19. (Suara NTB/cem).

Mataram (Suara NTB) – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membenarkan adanya dua tambahan pasien positif corona dari Kota Mataram, Selasa, 31 Maret 2020. Dua orang positif itu yakni LJ, usia 44 tahun asal Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang. Dan, YT usia 46 tahun asal Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela.

Keduanya memiliki riwayat perjalanan dari daerah pandemik. “Kami akan segera mengambil protokol penanganan terhadap dua wilayah tersebut,” kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, juga Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh ditemui, Selasa, 31 Maret 2020.

Iklan

Tim Gugus Tugas, Rabu, 1 April 2020, akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Selain itu, akan dilacak terhadap rekan yang pernah berinteraksi dengan dua orang tersebut. Pihaknya, kata Walikota, ingin mendeteksi lebih awal dan mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita akan terus berupaya mengambil langkah untuk kita pencegahan di Kota Mataram,” tegasnya.

Turunnya hasil swab dari Litbangkes dan dinyatakan positif sambung Walikota, harus dijadikan atensi oleh masyarakat. Terutama meningkatkan kewaspadaan.

Sejak awal, pemerintah telah mengimbau melalui media massa, spanduk dan turun langsung ke lingkungan. Agar masyarakat tidak keluar rumah kecuali ada sesuatu mendesak, mengurangi kerumunan dan lain sebagainya.

Jika warga memiliki gejala seperti batuk, sesak, demam tinggi dan sakit tenggorokan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Selain itu, camat dan lurah diminta melaporkan jika ada tamu yang datang dari daerah pandemik.

“Kita imbau warga kalau ada tamu dari luar silahkan melapor ke petugas,” terangnya.

Orang nomor satu di Kota Mataram ini menyebutkan, orang dalam pemantauan 171. Selesai dalam pemantauan 57 orang. Dan, 114 masih dalam pemantauan. Rata – rata mereka telah memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemik. Sedangkan, pasien dalam pengawasan (PDP) 19 orang. Selesai pengawasan 8 orang. Dan, 11 orang masih pengawasan.

Pemkot telah memiliki data by name by address. Oleh karena itu, ia meminta warga yang berstatus ODP mengisolasi diri selama 14 hari. Sebab, pemerintah tidak ingin virus Corona menyebar kesana – kemari.

“Kalau mereka tidak mau mengisolasi diri. Kita yang akan mengisolasi mereka,” tegasnya. Dikatakan Walikota, Wisma Nusantara telah disiapkan untuk menampung warga. Selain itu, screaning center mulai diaktifkan. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here