Dua Tahun Zul-Rohmi, Sinergi dengan APH untuk Jaga Kondusivitas NTB

Nyoman Gede Wirya,Nanang Sigit Yulianto. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Agenda besar pembangunan bertumpu pada kondusivitas. Kemajuan NTB menemui tantangan stabilitas keamanan sebagai syarat lancarnya program pembangunan. Mutlak, sinergi antarpimpinan lembaga hukum diperlukan.

Ketua Pengadilan Tinggi NTB Nyoman Gede Wirya menilai Forkopimda NTB punya tingkat sinergi yang kuat. Pelibatan setiap pemangku kepentingan melahirkan kebijakan yang tidak asal-asalan. Hal itu Wirya rasakan benar dalam penyelesaian lahan di kawasan KEK Mandalika. Ketika dia diminta masukannya terkait klaim lahan di area Sirkuit MotoGP Mandalika. Permasalahan lahan diselesaikan lewat jalur konstitusional. Bukan dengan cara jalanan.

Iklan

‘’Saya katakan pada saat itu, kalau dia (masyarakat) merasa punya hak, alas hak atas kepemilikan tanah di area sirkuit maka ajukan gugatan ke Pengadilan. Nanti Pengadilan yang putuskan,’’ ujarnya saat menerima Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis, 10 September 2020.

Bang Zul, kata dia, mengajak pencarian solusi yang paling minim konflik. Tetapi tetap berada dalam koridor hukum. Menurutnya, penyelesaikan klaim lahan KEK Mandalika juga berkat kuatnya sinergi Forkopimda NTB. ’’Sampai sekarang bisa diselesaikan. Tidak ada kendala. Jalan terus. Kalau benar klaim masyarakat, ITDC akan ganti rugi. Tapi kalau (gugatan) ditolak, berarti alas hak ITDC berupa HPL sudah sangat kuat,’’ imbuh Wirya.

Hakim tinggi ini berharap prospek pariwisata NTB dapat digenjot maksimal. Pariwisata NTB nantinya akan menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat bangkit dari dampak pandemi. Menurutnya, ekonomi NTB tidak banyak terpuruk. Sebab, celah di balik pandemi Covid-19 mampu dimanfaatkan dengan baik.

Program bantuan sosial justru dijadikan sarana untuk menggerakkan ekonomi. ‘’Ini kepemimpinan gubernur yang mampu atasi sektor ekonomi sehingga tidak terlalu terpengaruh. Tidak ada kesulitan,” ucapnya.

 Ikatan Emosional

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB, Nanang Sigit Yulianto pun menyatakan baru kali ini merasakan atmosfer Forkopimda yang tanpa jarak. Hubungan tidak hanya karena kelembagaan saja. Tapi batin dan ikatan emosional. Pernah satu ketika ada hajat pemerintahan yang mengundang Forkopimda NTB di Kota Mataram belum lama ini. Hanya Nanang yang absen. Pejabat yang mewakili Kajati NTB pun nihil.

Penasaran, Gubernur Zul bersama Forkopimda lain langsung menyambangi Kantor Nanang. Penasaran gerangan apa yang menimpa sehingga pimpinan Korps Adhyaksa tidak hadir. Ternyata, Kajati yang dicari-cari sedang menyeruput kopi di kantin. Gubernur pun lega. Usut punya usut. Kajati memilih tetap di kantor karena memang undangan resmi tidak diterimanya. Bukan karena sengaja.

‘’Bagi kami telah dibangun hubungan yang baik antar Forkopimda,’’ ujar Nanang ditemui Suara NTB Senin (14/9) lalu. Dia terkesan dengan pola penanganan dampak ekonomi pandemi Covid-19. Salah satunya bantuan sosial JPS Gemilang. Yang bagi Kejaksaan, hal itu merupakan objek pengawalan terhadap potensi penyimpangan. Perekonomian masyarakat NTB bukannya tidak terdampak sama sekali. Tetapi, menurut Kajati, imbasnya tidak sampai membuat kolaps.

Dalam penyaluran bantuan pun, Kejaksaan dilibatkan dalam hal pengawasan sebagai bentuk sinergi. ‘’Ini dapat ditanggulangi dengan baik. Contohnya dengan mempertimbangkan produk lokal sebagai bantuan sosial. Selain sembako, juga untuk menghidupkan ekonomi rakyat. Walaupun ada pandemi, ekonomi di bawah tetap jalan. Ini terobosan yang brilian,’’ ujarnya.

Sinergi yang sama tampak dalam percepatan pengembangan KEK Mandalika. Yang di dalamnya masih ada sengkarut lahan antara klaim masyarakat dengan PT ITDC. Kejati NTB pun selalu ada di belakang Pemprov NTB menjadi pengacara negara pada gugatan sengketa perdata klaim lahan tersebut.

‘’Kita tugasnya sebagai pendamping terkait masalah hukumnya. Kapolda dan Danrem bagian keamanannya. Sudah terlaksana baik. Kita apresiasi. Masing-masing berjalan sesuai Tupoksi. Saya kira Mandalika sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Mudah-mudahan semua proyek lancar. Target terpenuhi,’’ pungkasnya. (why)