Dua Tahun Zul-Rohmi, Kinerja Aparatur Jadi Catatan

Hj. Baiq Isvie Rupaeda. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda mengakui bahwa pemerintahan Gubernur/Wakil Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) yang sudah berjalan selama dua tahun ini cukup berat untuk mencapai target pembangunan yang sudah dicanangkan. Hal itu terjadi lantaran dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, sejak Zul-Rohmi resmi dilantik langsung berjibaku dengan bencana gempa bumi. Belum usai penananganan dampak bencana gempa, Zul-Rohmi kembali dihantam oleh bencana non alam pandemi Covid-19.

‘’Kami lihat dari sejak Zul-Rohmi menjabat bencana terus menimpa, pertama gempa, kedua Covid-19. Tentu kalau kita lihat dari hal itu maka memang Zul-Rohmi cukup berat untuk melakukan dan melaksanakan program-program yang sudah dicanangkan,’’ ujar Isvie kepada Suara NTB, Rabu, 16 September 2020.

Iklan

Dengan dua bencana besar yang dihadapi NTB secara berturut-turut itu. Secara objektif Isvie sangat memaklumi jika banyak program yang belum bisa mencapai target. Seperti halnya dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. Di mana seluruh sumber daya, anggaran difokuskan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19.

‘’Dengan kondisi seperti itu, keterbatasan anggaran, serta sulitnya keadaan sekarang bagaimana mungkin kita bisa melaksanakan target-target. Oleh karena itu kami di DPRD dan secara pribadi sangat memaklumi kondisi ini,’’ katanya. Namun demikian, sebagai kepala daerah tentu Zul-Rohmi tidak boleh terpaku dengan keadaan yang ada. Tugas pemimpin daerah adalah bagaimana membuat terobosan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dalam keadaan dan kondisi bagaimanapun.

Pemerintah harus bisa memberikan optimisme kepada masyarakatnya untuk bangkit bersama di tengah bencana tersebut. ‘’Kita semua tidak terpaku dan menyerah dengan keadaan ini tentunya. Kita harus tetap mencoba bangkit, sehingga tahun berikutnya NTB bisa lebih baik dan apa yang menjadi visi dan misi Zul-Rohmi bisa terlaksana dengan baik. Mudahan dengan perubahan RPJMD,  kemudian RTRW. Saya kira dengan dua poin ini maka pembangunan dengan jargon NTB Gemilang dapat tercapai,’’ harapnya.

Isvie menambahkan, adapun salah satu yang dikiritisi di dua tahun pemerintah Zul-Rohmi  yakni seringnya melakukan mutasi pejabat. Hal tersebut dipandang Isvie perlu menjadi perhatian Zul-Rohmi, karena bisa berdampak pada kinerja aparatur yang kemudian berpengaruh terhadap pencapaian program yang sudah dicanangkan.

Meskipun demikian, di satu sisi memang Isvie melihat bahwa kinerja OPD masih lembek karena belum menunjukkan hasil yang optimal. Beberapa program belum mencapai target bukan semata-mata akibat pengaruh langsung bencana, tetapi memang diakibatkan oleh kinerja OPD yang belum optimal. ‘’OPD terkait perlu lebih bergerak optimal. Jangan kita hanya bisa bicara-bicara saja, tapi pelaksanaannya masih banyak yang terhambat. Jangan kita jadikan bencana ini alasan kinerja turun. Tidak bagus juga itu. Jadi catatan saya kerja OPD belum maksimal,’’ pungkasnya. (ndi).