Dua Tahun Zul-Rohmi, Industri Jasa Keuangan Tumbuh Menggembirakan

Farid Faletehan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memotret dua tahun kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) di NTB yang cukup berhasil mengerek pertumbuhan industri jasa keuangan. Industri Jasa Keuangan terdiri dari bank, dan non bank (pegadaian, finance) mengalami pertumbuhan yang cukup baik.

Kepala OJK Provinsi NTB, Farid Faletehan menilai, Gubernur Zul, memiliki cara pandang visioner, berpikiran jauh ke depan dan memiliki visi yang kuat. Sementara Wagub Hj. Rohmi disebut sangat fokus dan detail dalam setiap bidang yang ditangani.

Iklan

“Yang menarik, keduanya memiliki kesamaan tujuan dalam memajukan NTB, termasuk dalam peningkatan SDM, ekonomi, dan upaya mengangkat kesejahteraan masyarakat NTB,’’ ujarnya. Di bidang keuangan, Dr. Zul dan Hj. Rohmi, sangat konsen dalam peningkatan literasi dan akses keuangan masyarakat NTB.

Sejak awal menjabat hingga saat ini, keduanya proaktif membangun komunikasi dengan OJK untuk peningkatan literasi dan akses keuangan termasuk ke UMKM dan pesantren. Hal nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat yaitu program JPS yang menghubungkan IKM dengan akses pembiayaan dari perbankan dan program Mawar Emas, yang membantu masyarakat kecil, jemaah masjid dan usaha mikro.

‘’Gagasannya besar, didukung dengan perencanaan dan selalu dimulai dengan langkah pertama. Jika langkah-langkah itu terus berjalan di berbagai bidang dan industri, kami optimis NTB akan jauh lebih maju, ekonomi terus meningkat dan masyarakat akan lebih sejahtera,’’ ujar Farid.

Program-program yang dijalankan kepala daerah di berbagai sektor, menurut Farid, dapat dilihat indikatornya dari sisi keuangan. Misalnya, penyaluran kredit oleh lembaga keuangan di NTB di luar ekspektasi. Pertumbuhannya mencapai 10 kali lipat dibandingkan pertumbuhan kredit nasional.

‘’Kami juga tidak memperkirakan akan seperti ini. Mei-Juni kami perkirakan dampak Covid akan sangat signifikan. Ternyata, penyaluran kredit juga cukup signifikan pergerakannya. Artinya permintaan kredit dari masyarakat bisa jadi karena usahanya masih menggeliat,’’ kata Farid Faletehan.

Kredit disalurkan oleh 34 Bank Umum dan Bank Umum Syariah dan 32 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah. Pertumbuhan kredit perbankan di NTB sebesar 20,74 persen (yoy). Dengan total penyaluran Rp50,16 triliun atau jauh melampaui pertumbuhan kredit nasional yang meningkat sebesar 1,58 persen. Provinsi Bali hanya tumbuh 2,49 persen dan Provinsi NTT tumbuh 7,32 persen.

Total aset perbankan di NTB posisi 30 Juni 2020 sebesar Rp58,7 triliun dan meningkat (yoy) sebesar 18,37 persen di atas pertumbuhan aset perbankan nasional sebesar 5,19 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh positif sebesar 2,55 persen (yoy) menjadi Rp32,38 triliun. Adapun kualitas kredit perbankan tetap terjaga di tengah pandemi, dimana rasio kredit bermasalah atau NPL terkoreksi 0,30 persen (yoy) menjadi 1,46 persen atau lebih rendah dibanding NPL nasional sebesar 3,22 persen.

Jika dilihat lebih jauh, Farid menjelaskan, 8 dari 10 besar sektor ekonomi berhasil tumbuh positif, bahkan penyaluran kredit pada lima sektor tumbuh di atas 20 persen (yoy). Pertumbuhan nilai aset dan penyaluran kredit perbankan di NTB yang tertinggi di wilayah Bali Nusa Tenggara, dengan rasio NPL yang terendah, menunjukkan tingginya geliat ekonomi di wilayah NTB.

Lima sektor yang mengalami pertumbuhan kredit cukup menggembirakan di atas 20 persen adalah Pertanian, Pertambangan, Akomodasi Makan dan Minum, Industri Pengolahan, Komunikasi Pergudangan dan Transportasi.

‘’Program JPS Gemilang juga cukup menolong UMKM produktif dan perputaran uang. Kredit ini ada korelasinya dengan investasi dan program-program yang sudah jalan,’’ kata Farid. Geliat pertumbuhan kredit di NTB sejalan dengan dengan pertumbuhan ekonomi NTB sebesar minus 1,41 persen (yoy) atau lebih baik dari pertumbuhan ekonomi wilayah Bali, NTT, dan nasional, masing-masing sebesar –10,98 persen, -1,96 persen, dan -5,32 persen (yoy). (bul)