Dua Syarat Pembelajaran Tatap Muka untuk SMP di KSB Terpenuhi

Mukhlis. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatalan, dua dari empat persyaratan mutlak untuk dilaksanakannya pembelajaran tatap muka saat ini telah terpenuhi untuk sskolah tingkat SMP.

Adapun dua syarat yang telah terpenuhi itu yakni kesiapan sekolah dan izin orang tua siswa untuk kegiatan belajar normal di tengah pandemi virus corona. “Kesiapan sekolah sudah di atas 85 persen. Begitu juga orang tua siswa. Lewat surat pernyataannya banyak yang menginginkan agar dimulai belajar tatap muka lagi,” ungkap kepala Dinas Dikbud KSB, H. Muklis, akhir pekan lalu.

Iklan

Untuk dua syarat lainnya, disebutkan H. Mukhlis, kewenangannya berada di tangan pemerintah. Karena hal itu menyangkut kesiapan wilayah dan persetujuan kepala daerah memberikan rekomendasi kepada sekolah mulai menggelar pembelajaran tatap muka.

Terkait kesiapan wilayah, dijelaskan H. Mukhlis, diperlukan kajian dari tim gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten untuk menetapkan daerah saat ini apakah telah berstatus zona hijau atau kuning dalam penanganan pandemi Covid-19. Sebab sesuai ketentuan pemerintah pusat, pelaksanaan pembelajaran normal di tengah Covid-19, sebuah wilayah minimal menyandang status zona kuning penyebaran virus asal kota Wuhan, Tiongkok itu.

Demikian mengenai izin kepala daerah. Kepala daerah dalam hal ini bupati apakah memberikan izin kepada tiap sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka atau sebaliknya. Meski sekolah-sekolah telah menyatakan kesanggupannya menjalanlan kegiatan bejalar tatap muka di dalam kelas itu.

“Kami (Dinas Dikbud) sebagai bagian dalam gugus tugas belum mengajukan dilakukannya kajian terkait kesiapan wilayah itu (untuk penetapan zona). Dan ini ada hubungannya dengan izin bupati, karena status wilayah akan jadi bahan pertimbangan juga oleh bupati, selain kesiapan sekolah dan kesedian orang tua siswa,” beber H. Mukhlis.

Ia kembali menegaskan, secara teknis seluruh SMP bail negeri maupun swasta yang ada di KSB sudah sangat siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Ini bisa terlihat dengan tersedianya fasilitas sarana prasarana dan pengorganisasian sekolah untuk upaya pencegahan Covid-19 di internalnya. “Misalnya peralatan cuci tangan sudah dilengkapi di depan ruang kelas. Begitu juga tata cara belajarnya seperti pembatasan jumlah siswa sudah diatur sedemikian rupa oleh sekolah mengikuti protokol pencegahn Covid-19,” bebernya.

Selanjutnya mengenai izin orang tua siswa. H. Mukhlis memaparkan, sekitar 80 persen lebih dari orang tua peserta didik memberi izin kepada anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. “Tapi soal izin orang tua siswa ini juga tidak ada masalah sebenarnya. Toh juga kalau tidak diizinkan, anak mereka tetap dilayani belajar jarak jauh meski sekolahnya sudah melaksanakan belajar tatap muka,” ujarnya seraya berharap pademi virus corona saat ini segera berakhir.

“Kita memang dihadapkan pada pilihan sulit sekarang. Belajar jaeak jauh kualitas belajarnya tidak memenuhi kriteria kurikulum. Belajar normal keselamatan kesehatan warga sekolah jadi pertaruhan,” sambung H. Mukhlis. (bug)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional