Dua Siswa SMP Positif Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Dievaluasi

Ilustrasi Penyebaran Covid-19 (Pixabay)

Praya (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bakal mengevaluasi kembali penerapan kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah, menyusul  kasus positif  Covid-19 yang menimpa dua orang siswa SMP Negeri 1 Praya. Apakah akan dilanjutkan atau dihentikan sementara, sampai menunggu kondisi memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka disekolah.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Loteng, Drs. H. Lalu Muliawan, kepada Suara NTB, Selasa, 27 Juli 2021. “Kita akan mengevaluasi kembali kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah bersama Satgas Covid-19. Apa yang menjadi rekomendasi Satgas Covid-19 itu yang bakal menjadi rujukan kita nantinya.

Iklan

Saat ini status Loteng masih zona orange penyebaran Covid-19. Sesuai regulasi pemerintah, Loteng masih dibolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Dengan menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Di mana siswa hanya belajar maksimal dua jam di sekolah.

Jam belajar juga menerapkan sistem sif. Dengan jumlah siswa di masing-masing sif diatur sesuai ketentuan yang sudah ada. “Tapi dengan temuan kasus Covid-19 terhadap dua siswa SMPN 1 Praya, maka perlu dilakukan evaluasi kembali. Kalau memang Satgas Covid-19 tetap merekomendasikan pembelajaran tatap muka ya kita lanjut pembelajaran tatap muka di sekolah,” imbuhnya.

Khusus untuk SMPN 1 Praya sendiri, mulai hari ini (Selasa kemarin) sudah diinstruksikan untuk ditutup sementara. Pembelajaran dialihkan dengan sistem pembelajaran daring, hingga tiga hari kedepan. Untuk memberikan kesempatan petugas melakukan strerilisasi lingkungan sekolah.

Muliawan mengatakan, terhadap dua siswa yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut saat ini tengah menjalani isolasi mandiri, dengan gejala ringan. “Laporan yang masuk kemungkinan besar siswa tersebut terpapar Covid-19 di rumahnya, tidak di lingkungan sekolah. Tetapi sekolah kita minta melakukan sterilisasi. Guna mengantisipasi potensi penyebaran Covid-19 kepada siswa lainnya,” sebut Muliawan. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional