Dua Senpi Rakitan Disita, Pembuatnya Masih Buron

Mataram (Suara NTB) – Pembuatan senjata api rakitan di Kabupaten Bima muncul kembali meski sudah berulang kali ditindak. Kali ini dua pucuk senpi rakitan di Parado Wane, Parado, Kabupaten Bima. Sementara pelaku pembuatnya buron.

Kapolres Bima AKBP Bagus Satriyo Wibowo mengatakan, petugas sudah satu bulan terakhir ini memantau aktivitas YD (19) yang diduga sebagai pembuatnya.

Iklan

“Yang bersangkutan sudah tersangka. Kita masukkan dalam DPO (daftar pencarian orang),” ungkapnya Rabu, 24 Mei 2018.

Dari hasil penyelidikan, yang bersangkutan diduga kuat sebagai pembuat senpi rakitan.

Setelah mendapat bukti kuat, tim Satreskrim Polres Bima pun menggerebek kediaman YD, sekitar pukul 17.00 Wita, Minggu, 20 Mei 2018. Kedatangan polisi diendus YD. Pelaku yang duduk di gazebo depan rumah, langsung kabur saat melihat tim yang baru turun dari kendaraan.

Bagus mengatakan, meski pelaku kabur, jajarannya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, dua pucuk senpi rakitan, satu kunci T, gagang senjata kayu, satu laras besi yang sudah jadi, dua butir amunisi SS1, dan sejumlah bahan untuk membuat komponen kecil senpi.

”Ada juga satu pucuk senpi yang baru 85 persen jadi. Kalau yang sudah jadi ada dua pucuk,” ujar mantan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB ini.

Pelaku YD, kata Bagus, menggunakan alat berupa bor, gerinda, dan las. Sejumlah peralatan itu sudah disita sebagai barang bukti.

Mengenai apakah Yad menjual senpi rakitan atau menggunakannya sendiri, belum dapat dipastikan polisi. Bagus mengatakan, pihaknya perlu untuk menangkap Yad lebih dulu, untuk mengembangkan barang bukti yang mereka dapatkan.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang sekaligus merupakan keluarga pelaku. “Pelaku masih dalam pengejaran,” tutupnya. (why)