Dua Perusahaan Besar di Dompu Hanya Serap 40 Persen Tenaga Lokal

Dompu (Suara NTB) – Setidaknya ada dua perusahaan besar yang kini beroperasi di Dompu, yakni PT. SMS di Kecamatan Pekat dan PT. STM di Kecamatan Huu. Keberadaan perusahaan tersebut belum sepenuhnya berkontribusi positif bagi penurunan angka pengangguran. Pasalnya, sampai saat ini baru 40 persen tenaga kerja lokal yang diserap.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans setempat, M. Nursalam mengaku, belum mendapat kepastian jumlah angkatan kerja yang terserap dua perusahaan ini, tetapi perkiraannya baru sekitar 40 persen. “Rincinya belum kita dapatkan. Kalau kita lihat di dua perusahaan ini 40 persen itu sudah ada yang terserap,” kata dia kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin, 21 Mei 2018.

Iklan

Di PT. STM sendiri, lanjut dia, total angkatan kerja lokal yang diserap sekitar 70 orang, namun saat ini banyak yang terpaksa dirumahkan karena persoalan izin pengelolaan kawasan hutan oleh perusahaan tambang tersebut. Tak diketahui pasti sampai kapan puluhan angkatan kerja itu dirumahkan.

“Setelah dapat izin mungkin akan direkrut kembali, tapi sampai saat ini kita belum dapat informasi dari PT. STM,” jelasnya.
Diakui, tenaga kerja lokal yang terserap di dua perusahaan tersebut memang belum menempati posisi yang strategis, rata-rata masih menjadi buruh lapangan dan tenaga administrasi atau pengamanan. Hal ini, tegas M. Nursalam bukan karena tidak adanya ruang yang diberikan pihak perusahaan tetapi semata-mata karena kualitas SDM yang belum memadai.

Untuk itu, pihaknya berkomitmen menguatkan pelatihan bagi setiap angkatan kerja yang ada guna menjemput peluang-peluang yang ada. Karena bagaimana pun masyarakat lokal harus bisa menerima manfaat dari keberadaan perusahaan besar di daerahnya.

“Setalah kita indentifikasi tenaga lokal masih di pengamanan, tenaga administarasi dan buruh lapangan. Makanya kedepan ini kita akan mempersiapkan tenaga lokal yang memang memiliki kualitas sebagaimana yang diharapkan perusahaan,” pungkasnya. (jun)