Dua Pengungsi Meninggal di Tenda Darurat

Foto aerial tempat pengungsian di Desa Santong, Kayangan, Lombok Utara, NTB, Sabtu (11/8). Sejumlah pengungsi di tempat pengungsian di Lombok Utara belum terjamah bantuan khususnya mereka yang mengungsi di area perbukitan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/wsj/18.

Tanjung (Suara NTB) – Dua pengungsi meninggal di tenda darurat, Senin, 13 Agustus 2018. Korban sebelumnya mengalami luka-luka akibat terkena reruntuhan rumah dan akhirnya meninggal. Korban meninggal atas nama Kartika (25), warga Dusun Berora Desa Sigar Penjalin. Korban meninggal Senin, 13 Agustus 2018 pukul 10.00 Wita, karena kondisi patah kedua kaki dan lengan kanan.

Korban kemarin dimakamkan di bukit dekat lokasi pengungsian. ‘’Tadi sempat dimandikan, terus tiba- tiba pingsan. Langsung meninggal,’’ kata Sri Kartika, adik korban yang masih shock.

Iklan

Sri mengaku kondisi kakaknya memprihatinkan sejak kejadian, mengalami patah kaki dan lengan.  ‘’Kakinya dua-duanya patah. Lengannya yang patah kanan. Ada luka kepala juga,’’ tutur Sri Kartika.

Korban lainnya Fatmah (60), warga Dusun Bentek Desa Persiapan Menggala, Kecamatan Pemenang. Inaq Demung, panggilan sehari hari korban, sebelumnya mengalami luka bagian kepala akibat tertimpa bangunan rumahnya.

Dalam kondisi luka, korban dirawat di tenda darurat tempatnya mengungsi. ‘’Sebelumnya dia luka bagian kepala. Lalu sakit beberapa hari. Meninggalnya tadi setelah ashar,’’ kata Kades Menggala, Sukri kepada Suara NTB Senin, 13 Agustus 2018 petang kemarin.

Kondisi Inaq Demung diakuinya cukup memprihatinkan. Memang sempat ada perawatan medis, tapi dilakukan seadanya. Terbatasnya akses sehingga tidak membawa korban ke rumah sakit. Menurut rencana keluarga dan warga, korban akan dimakamkan hari ini.

Sementara Kepala BPBD NTB Ir. H. Mohammad Rum dikonfirmasi soal pengungsi yang meninggal di tenda darurat mengaku belum tahu informasi tersebut. ‘’Belum belum dapat informasi itu, nanti kita cek,’’ ujarnya.

Hanya saja, informasi diperolehnya ada beberapa korban meninggal di rumah sakit. ‘’Korban yang luka berat dan meninggal di rumah sakit, itu baru ada,’’ jawabnya. (ars)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here