Dua Pengendara Meninggal Tertimpa Batu Longsor di Nangatumpu Dompu

Petugas mengevakuasi pengendara sepeda motor yang tertimpa batu longsor di Nangatumpu, Sabtu, 28 November 2020.(Suara NTB/hms polres dpu)

Dompu (Suara NTB) – Jalur tanjakan Nangatumpu kecamatan Manggelewa di ruas jalan lintas Dompu – Sumbawa masih cukup rawan terjadi tanah dan batu longsor. Sabtu sore, 28 November 2020, dua pengendara sepeda motor dengan nomor polisi EA 5340 MB meninggal di tempat setelah tertimpa batu yang longsor dari tanjakan Nangatumpu. Longsoran batu itu terjadi sesaat setelah hujan lebat mengguyur Dompu.

Kedua korban longsoran batu yang sedang boncengan motor yakni Syarifuddin (38) warga Dusun Baru Desa Ta’a Kecamatan Kempo dan Jainun (41) warga Dusun Transad III Desa Doromelo Kecamatan Manggelewa. Keduanya berboncengan motor dari arah Sumbawa menuju Dompu.

Paur Kasubag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah dalam keteranganya menyampaikan, jajaran Polsek Manggelewa bersama tim dari Polres Dompu langsung melakukan evakuasi korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca mengetahui informasi itu. Dari hasil olah TKP, bahwa saat kedua korban melintas, tiba – tiba ada batu dari atas tebing akibat tanah longsor dan menimpa keduanya. “Saat anggota (Polisi) tiba di TKP, kedua korban sudah tidak bernyawa,” katanya.

Selain tanah longsor di tanjakan Nangatumpu, banjir bandang, Sabtu, 28 November 2020 juga menyebabkan banjir rob di Songgajah dan Tolokalo kecamatan Kempo. Banjir rob ini tidak sampai ada korban jiwa dan hanya melintas di ruas jalan negara lintas Calabai – Dompu sesaat setelah hujan deras. “Tidak ada korban jiwa dan kerusakan akibat banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Dompu, Jufri, ST, MSI.

BPBD, lanjut Jufri langsung mendistribusikan logistik berupa mie, telur, terpal dan air miner. Banjir rob dialami warga Songgajah dan Desa Tolokalo ini sudah menjadi kebiasaan ketika hujan deras lebih dari 30 menit di bagian hulu, sehingga warga selalu mengantisipasinya. (ula)