Dua Pelajar MAN Selong Wakili NTB pada Kegiatan Parlemen Remaja

Selong (Suara NTB) – Dua pelajar MAN Selong terpilih mewakili NTB pada kegiatan Parlemen Remaja Tingkat SMA/SMK/MA. Kegiatan itu bertema “DPR Menuju Parlemen Modern” di Jakarta 7 – 11 November 2016.

Terpilihnya MAN Selong mewakili NTB, tidaklah mudah. Calon peserta harus melalui seleksi yang sangat ketat. Bersaing dengan 3.000-an lebih pelajar seluruh Indonesia. Adapun bentuk seleksi tersebut yaitu dengan cara mengirim tulisan berupa esai dengan tema “Ketahanan Pangan Nasional”. Siswa MAN Selong yang menjadi wakil NTB yakni M. Istiqlal Nasir dan Mutia Ayu. Keduanya duduk di kelas XII.

Iklan

Kepala MAN Selong Drs. H. Silmi, M. Pd.I, Sabtu, 5 November 2016 menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.

“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena MAN Selong tidak henti-hentinya menjadi wakil NTB ke ajang nasional. Mulai Bulan Agustus sampai bulan ini. Ini menunjukkan keberhasilan yang patut diapresiasi baik oleh pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat,” katanya.

Silmi berpesan kepada siswa yang sudah terpilih agar menjaga nama baik MAN Selong ketika tiba di Jakarta nanti. Selain itu, mereka diminta menunjukkan segala kemampuan yang dimiliki.

Di tempat terpisah Waka Kesiswaan MAN Selong Mahfuz, S.Pd didampingi Wakil Kurikulum, M. Nurul Wathoni, M.Pd memberikan apresiasi kepada dua pelajar MAN Selong yang ikut terjaring dalam kegiatan Parlemen Remaja tingkat SMA/SMK/MA 2016 yang diadakan Sekretariat Jenderal DPR-RI karena ini merupakan kali pertamanya MAN Selong. Lebih-lebih di NTB MAN Selong yang paling banyak terpilih dari empat peserta perwakilan provinsi.

Sementara itu, M. Istiqlal Nasir merasa bersyukur karena selama ini sudah tiga kali mewakili NTB ke tingkat nasional. Dan sekarang, mewakili pelajar NTB ke senayan bertemu dengan narasumber-narasumber luar biasa yang akan memberikan pemahaman mendalam tentang DPR, tugas-tugasnya dan banyak hal lain seputar parlemen Indonesia. Dia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, guru yang telah membimbing dan kepada orang tua yang telah banyak mendoakan. (r)

  Ali BD : Jangan Setiap Perbedaan Pendapat Dianggap Radikal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here