Dua Narapidana Kasus Korupsi di Lapas Mataram Diberikan Remisi

 

Mataram (suarantb.com) – Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 menjadi keberuntungan bagi penghuni Lapas kelas IIA Mataram, sebanyak  275 orang narapidana yang mendapatkan remisi umum di Lapas Mataram. Informasi yang dihimpun suarantb.com, terdapat dua narapidana (napi) kasus korupsi turut mendapatkan remisi kemerdekaan di hari ini.

Kasi Binadik Lapas Mataram, Muhammad Saleh, saat dikonfirmasi terkait kebenaran informasi tersebut, mengatakan memang benar ada dua napi kasus korupsi yang diberikan remisi selama tiga bulan. Namun Saleh enggan membeberkan nama-nama napi tersebut.

“Ada dua orang yang turun (remisi) dari 11 orang yang kita usulkan. Nanti Kanwil saja yang langsung sebut namanya atau nanti saya izin Pak Kalapas sebut namanya,” ujar Saleh saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 17 Agustus 2016.

Kasi Lapas
Drs. Gunawan Gathot Priyadi

Kabid Reg Wat Binsustik Kanwil Kemnkumham Provinsi NTB, Drs. Gunawan Gathot Priyadi yang ditemui seusai upacara di Lapas Mataram membenarkan dua napi kasus korupsi yang diberikan remisi.

“Ada, namanya Ayu, kasusnya Bea Cukai, dia bayar denda, terpenuhi syarat. Terus satu saya agak lupa namannya,” ujar Gunawan saat ditemui di halaman Lapas Mataram.

Ia menjelaskan, syarat  narapidana kasus korupsi untuk memperoleh remisi, yakni telah membayar lunas denda dan uang penggantinya.

“Itu syarat mutlak, yang lainnya boleh katakan syaratnya sudah terpenuhi,” sambungnya.

Sementara, Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi NTB, Drs. Subiyantoro Bc.IP, MM mengatakan kedua napi korupsi yang diberi remisi bukan merupakan hasil tangkapan KPK. Menurutnya, jika tangkapan KPK maka tidak diizinkan menerima remisi.

“Sesuai PP 99 kalau tangkapan KPK tidak mendapat remisi. Untuk di luar tangkapan KPK kecuali memenuhi syarat. Pertama, syaratnya menjalani sepertiga masa penahanan, kemudian mendapatkan justice collaborator, pembayaran uang pengganti, dan denda,” jelasnya.

Hingga saat ini, nama kedua napi kasus korupsi yang mendapatkan remisi belum diperlihatkan. Saat suarantb.com menuju Kantor Kanwil Kemunkumham Provinsi NTB, pihak yang ingin ditemui tidak berada di tempat, mengingat hari ini merupakan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. (szr)