Dua Mahasiswa NTB Jalani Karantina di Natuna

Petugas medis bersiap memeriksa Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 2 Februari 2020.(ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Dua mahasiswa NTB penerima beasiswa LPP Provinsi NTB sudah tiba di Indonesia, Minggu, 2 Februari 2020. Mereka langsung menjalani karantina selama 14 hari sebelum diantar pulang bersama 253 WNI lainnya ke daerah masing masing.

Proses karantina berlangsung selama 14 hari di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kedua mahasiswa bersama ratusan WNI itu akan dilakukan observasi untuk memastikan mereka benar-benar tidak tertular virus nCoV (Corona).

Iklan

Ketua Divisi Kerja Sama Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Imanuella Andilolo mengaku sudah menerima kabar soal evakuasi mahasiswa asal NTB tersebut.

‘’Mereka kan diobservasi di Natuna selama 14 hari. Jadi mereka belum tiba di Lombok,’’ katanya menjawab Suara NTB, Senin, 3 Februari 2020 kemarin. Dua mahasiswa itu dievakuasi dari Wuhan, dari total empat orang penerima awardee dari LPP NTB. Dua orang lainnya lebih awal keluar dari Kota Wuhan Provinsi Hubei, Tiongkok sebelum virus mulai merebak.

‘’Jadi yang ke Natuna itu hanya (mahasiswa) yang dari Wuhan,’’ ujarnya. Selebihnya, berdasarkan data LPP, ada 18 orang penerima beasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di China. Mereka tidak menjalani skrining lanjutan ke Natuna, namun sebagian sudah pulang langsung ke NTB.

Wabah virus Corona ini bersamaan dengan suasana libur Spring Festival, tahun baru China dan libur semester. Sehingga kepulangan mahasiswa NTB tidak mengganggu aktivitas perkuliahan. Namun libur akan diperpanjang jika eskalasi dampak virus belum mereda.

‘’Kebanyakan mulai semester akhir Februari. Liburan bisa diperpanjang jika situasi belum kondusif,’’ katanya.

Karantina itu diketahui bagian dari prosedur yang ditetapkan WHO untuk mencegah penularan virus Corona, termasuk diberlakukan Kementerian Kesehatan RI terhadap ratusan WNI yang tiba di Natuna.

Sebagaimana press release yang dikutip Suara NTB dari laman kemenkes.go.id, pemerintah memastikan tidak cukup dengan skrining yang dilakukan otoritas China, sehingga WNI yang tiba dari Wuhan dilakukan skrining ulang di Natuna.

Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto mengatakan supaya yakin WNI yang mendarat memang terbebas dari virus Novel Corona harus dicek ulang.

‘’Kita cek ulang di sini (Natuna), saya harus memastikan semua harus dalam kondisi baik. Apa yang di declare di China bahwa orang sehat yang boleh terbang, saya juga declare di sini (Natuna) bahwa mereka juga tetap sehat,’’ katanya, Minggu, 2 Februari 2020 di Natuna.

Proses skrining ulang harus dilakukan step by step. Dokter Terawan mengatakan dirinya harus mengawasi proses tersebut, tidak boleh ada yang terlewatkan, satu persatu tahapan sesuai arahan WHO harus dikerjakan.

‘’Kalau hasil screening ulang itu clear semua (tidak ada yang tertular nCoV) kita confident itu clear,” ucap Menkes.

Ia menjelaskan nantinya WNI dari Wuhan akan diskrining oleh tim kesehatan dari Kemenkes dan TNI. Dirinya akan mengawasi semua tahapan hingga beres termasuk membuat kegiatan yang membuat mereka nyaman selama masa karantina.

Informasi awal jumlah WNI yang akan pulang ke Indonesia ada 245 orang, namun jumlah yang pasti tiba di Indonesia ada 238 orang. Empat orang mengundurkan diri karena lebih nyaman tinggal di sana, sisanya 3 orang tidak lolos skrining oleh Pemerintah China.

‘’Jadi Pemerintah China harus menyesuaikan standar WHO, jadi tidak boleh memberangkatkan siapapun (jika tidak lolos skrining),’’’ ujar Terawan.

Tiga orang WNI yang tidak lolos skrining harus melaporkan diri ke otoritas China. Menkes mengatakan, pihaknya bisa membantu mereka untuk konsultasi melalui telepon. Menurutnya hal seperti ini menunjukkan komitmen Pemerintah China bahwa mereka tidak akan memberangkatkan orang yang tidak lolos screening. (ars)