Dua Mahasiswa Kedapatan Pakai Narkoba

Mataram (Suara NTB) – Dua mahasiswa perguruan tinggi swasta di Mataram SL (22) dan FR (22) diciduk polisi. Mereka kepergok memiliki sabu saat polisi menggerebek kamar kos mereka atas dugaan kasus pencurian.

“Penggerebekan awalnya untuk mencari barang bukti hasil pencurian. Tim mendapati ada barang bukti terkait kasus narkotika,” ujar Kapolres Mataram, AKBP Muhammad, Sabtu, 3 Februari 2018.

Iklan

Tersangka FR yang berasal dari Bolo, Bima digerebek di kos-kosannya di Pagesangan Selatan, Pagesangan, Mataram. Barang bukti yang disita antara lain, enam bekas poket sabu, pipet, plastik klip, dan jarum.

“Ditemukanlah pipa kaca bekas dipakai untuk mengonsumsi sabu. Dari sana muncul satu orang nama lagi teman mereka membeli sabu itu,” terangnya.

Sabu itu dibeli tersangka FR bersama JG (19), seorang buruh asal Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Sumbawa seharga Rp 150 ribu dari seseorang di Abian Tubuh, Cakranegara.

Dari penangkapan FR dan JG, kemudian tim Satresnarkoba memburu SR yang tinggal di tempat lain yakni di Presak, Pagutan, Mataram.

Barang bukti narkoba yang disita dari tersangka SR, yakni sabu seberat 1,73 gram, ada pula alat hisap, gunting, dan bekas poketan sabu.

“Dari bukti yang kita dapatkan diduga mereka ini adalah pengedar dan pemakai. Hasil tes urine positif dan ada poket-poket yang siap dijual,” jelas Muhammad.

Tiga tersangka itu dijerat dengan pasal 112, 127 dan 132 UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Selain itu, tim Satresnarkoba juga menangkap tiga tersangka lain terkait kasus narkoba. Dua orang di Lombok Barat dan satu orang lagi di wilayah Mataram.

Yakni ZH (21) warga Pejeruk, Ampenan dan MY (20) warga Dayan Peken, Ampenan yang ditangkap di salah satu rumah di Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat. Mereka diduga menguasai dengan mengonsumsi sabu seberat 0,34 gram.

Sementara tersangka AG (28), pria asal Labuapi Lombok Barat terciduk tengah memesan sabu seberat 0,35 gram di Babakan Sandubaya, Mataram. (why)