Dua Kelompok Mahasiswa Bentrok, Kaca Kampus Pecah

Dua kelompok mahasiswa STKIP Taman Siswa islah usai terlibat tawuran di dalam halaman kampus, Rabu, 1 Desember 2021.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Keributan terjadi di area Kampus STKIP Taman Siswa Bima, yang berada di Jalan lintas Bima-Sumbawa atau tepatnya di Desa Padolo Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima Rabu, 1 Desember 2021.

Dua kelompok mahasiswa tawuran, saling serang dan kejar-kejaran. Bahkan keributan tersebut membuat fasilitas kampus rusak. Beberapa kaca jendela kampus pecah terkena lemparan batu.

Iklan

Kabag Humas Kerjasama dan Protokoler STKIP Taman Siswa Bima, Rizalul Fiqry membenarkan keribuatan dua kelompok mahasiswa tersebut. Kata dia, hal itu merupakan bagian dinamika yang berawal dari miskomunikasi. “Kejadiannya tadi siang, tapi sekarang sudah kondusif. Kami sudah fasilitasi dan mediasi kedua belah pihak untuk islah,” ujarnya.

Ia menjelaskan keributan tersebut berawal dari miskomunikasi sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Kampus menggelar aksi unjuk rasa yang menuntut masalah genangan air di kampus setempat.

Di tengah perjalanan, lanjut dia sekelompok mahasiswa lain dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) mempertanyakan tidak adanya konsolidasi aksi. Hal ini membuat ketegangan hingga berujung keributan. “Hanya miskomunikasi saja penyebab¬† ketegangan dan chaos tadi.¬† Akibat dari keributan ini tiga kaca jendela kampus pecah,” ujarnya.

Berkaitan dengan tuntutan mahasiswa, Rizalul menegaskan pihak kampus sudah menindaklanjuti dari dulu. Tuntutan yang dilakukan itu merupakan ketiga kali. Sebelumnya mahasiswa menggelar aksi serupa. “Aksi mahasiswa yang menuntut soal genangan air di kampus ini sudah ditindaklanjuti. Tapi karena tidak ketidakpuasan makanya aksi demo kembali digelar,” ujarnya.

Ia mengaku, secara teknis tuntutan dan keinginan mahasiswa akan segera dieksekusi oleh kampus. Bahkan Sekretaris Yayasan, Bukhari M.Pd sudah menegaskan akan segera membangun irigasi. “Tinggal dieksekusi saja anggaran sudah ada. Namun karena cuaca, pembangunan irigasi belum bisa dieksekusi,” ujarnya. (uki)¬†

Advertisement