Dua Kasus Korupsi di Sumbawa Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dua kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram. Kasus tersebut yakni kasus Uang Persediaan (UP) Dikbudpora KSB dengan tersangka El dan kasus Kapal Perintis dengan tersangka SW dan Af.

Kajari Sumbawa, Paryono, SH yang ditemui Suara NTB di ruangannya, Jumat, 21 April 2017 menjelaskan, kasus UP Dikbudpora dengan tersangka El ini dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke tahap dua. Sementara kasus Kapal Perintis dengan tersangka SW juga akan dilimpahkan ke tahap dua. Satu tersangka lainnya yakni Af sudah dalam tahap dua. “Dakwaan sebenarnya sudah ada untuk persiapan limpahkan ke pengadilan,” ujarnya.

Iklan

Terhadap dua kasus ini, pihaknya mengupayakan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor  akhir bulan April atau awal Mei mendatang.

El merupakan mantan bendahara di Dikbudpora KSB. Yang bersangkutan diduga menggelapkan Uang Persediaan (UP) di dinas setempat senilai Rp 800 juta. Dana tersebut bersumber dari APBD tahun 2014.

 Sementara SW merupakan rekanan pengadaan Kapal Perintis, dan Af selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Penetapan tersangka terhadap keduanya berawal dari adanya dugaan penyimpangan dalam pengadaan dua unit Kapal Perintis pada tahun 2009 lalu senilai Rp 270 juta. Pengadaan oleh Dishubkominfo Sumbawa saat itu, diperuntukkan sebagai sarana transportasi laut warga Pulau Moyo dan Pulau Medang.

Kasusnya mencuat setelah adanya kejanggalan dari kondisi fisik kapal. Setelah ditelusuri ternyata dua kapal tersebut merupakan kapal bekas yang dibeli dari seorang nelayan Pulau Kaung dan kapal hasil pelelangan Amanwana Resort. Kapal tersebut dicat sehingga terlihat baru. Namun belum sampai sebulan digunakan, kapal mengalami kerusakan. Hasil audit investigasi BPKP, kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp 244 juta. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here