Dua Kapal Hilang Kontak di Perairan NTB

Tim SAR Mataram saat melakukan upaya pencarian dua kapal yang hilang sekitar Perairan Selatan NTB. (Suara NTB/SAR Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Dua kapal  yang melayani penyeberangan antar pulau hilang kontak sekitar perairan NTB sejak Sabtu, 22 Februari 2020. Empat tim Basarnas langsung dikerahkan dari Surabaya dan Makassar, tim SAR Mataram, termasuk tim dari Bali. Hingga berita ini ditulis Minggu, 23 Februari 2020,  kapal dan korban belum juga ditemukan.

Informasi kapal hilang kontak itu berawal dari laporan  Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar.  Kapal dengan nama lambung KLM Beringin Jaya berangkat Senin, 17 Februari 2020 dari Pulau Sanani, Desa Sabalana, Kecamatan  Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep menuju Pelabuhan Bima. Dalam perjalanannya, perahu dengan jumlah penumpang 5 orang tersebut hilang kontak.

Iklan

‘’Kapal yang biasanya menempuh waktu dalam sehari dengan jarak 110 KM, hilang kontak dan belum tiba di tujuan hingga sekarang, ‘’ kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Nanang Sigit PH., S.IP., M.M.

Data penumpang kapal atas nama Jumehan (30), Rudi (15) dan Rani (17) asal Sanani, Ahmad (17) asal Bantaeng dan Umbu (16), semuanya asal Bima.

Atas informasi itu, Sabtu, 22 Februari 2020 siang, kapal RB (Rescue Boat) 220 Mataram bergerak membantu pencarian menuju perairan Flores.

Sementara Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya juga melaporkan kapal dengan nama KM Surgamu hilang kontak. Penumpang  9 orang atas nama Jamik sebagai Nahkoda, 3 ABK atasnama Firman, Sulemen, Rijau)dan 5 penumpang atasnama Hauwa, Ita, Dinging, Sailan, Sukdin.

Sama dengan kejadian dialami KLM Beringin Jaya, Kapal Surgamu hilang kontak setelah bertolak dari Pulau Sapuka, Kabupaten Pangkep menuju Pelabuhan Tanjung Kiaok Pulau Sapeken Sumenep Jawa Timur.

“Hari ini kami menerjunkan personel untuk membantu Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar dan Surabaya dalam melakukan pencarian terhadap dua kapal yang hilang kontak, dimulai dari perairan Utara Bali hingga Utara perairan NTB,’’ kata Sigit.

Timnya mengerahkan kapal Rescue Boat 220 Mataram melakukan pencarian di perairan Flores hingga Pelabuhan Bima  hingga ke wilayah Utara perairan NTB.  ‘’Ini adalah radius pencarian kami,’’ jelasnya.

Upaya yang sama juga dilakukan Kapal KN SAR Arjuna, milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang berada di Pelabuhan Sapeken, juga bergerak melakukan pencarian di perairan Pulau Kangean bagian selatan atau Utara Pulau Bali.

Area pencarian kapal Rescue Boat 220 Mataram dan KN SAR Arjuna ditentukan berdasarkan SAR MAP hari kelima yang diberikan oleh Basarnas. Area tersebut sudah mencakup lokasi hilangnya dua kapal.

‘’Selama pencarian dari kemarin malam hingga saat ini, kami terus melakukan koordinasi dengan VTS Lembar, SROP, KSOP dan unsur terkait lainnya,’’ tambahnya.

Namun hingga pukul 21.15 Wita belum ada tanda- tanda ditemukan. Kapal RB 220 Mataram masih berada di perairan utara Pulau Sumbawa. Pencarian telah dilakukan sebelah barat dan utara perairan NTB serta sekitar perairan sebelah selatan Pulau Kangean yang dilakukan oleh KN SAR Arjuna. Namun hasil sementara masih nihil. Hingga kini RB 220 Mataram masih melanjutkan perjalannya menuju Pelabuhan Bima. (ars)