Dua Kades di Dompu Tersangka Korupsi DD/ADD

Syarif Hidayat. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Alat bukti kasus DD/ADD Desa Manggeasi Kecamatan Dompu dan Desa Malaju Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu tahun anggaran 2017 sudah cukup. Diantaranya bukti kerugian negara yang sudah kuat. Masing-masing Kades ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat dikonfirmasi di Mataram Selasa, 7 Juli 2020 mengatakan, penyidik Unit Tipikor sudah melakukan gelar perkara. “Kadesnya sudah tersangka,” bebernya.

Iklan

Dia menambahkan, penyidik masih memeriksa saksi-saksi dari perangkat desa serta tim pelaksana kegiatan proyek fisik. “Untuk pemeriksaan tersangkanya belum. Nanti tetap akan kita panggil,” imbuh mantan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB ini.

Laporan pertanggunjawaban DD/ADD dua desa itu sebelumnya jadi temuan Inspektorat. Inspektorat mengaudit khusus LPJ DD/ADD dua desa tersebut. Untuk Desa Manggeasi ada temuan sebesar Rp700 juta. Uang tidak kunjung dikembalikan sampai lewat batas waktu 60 hari. “Indikasi korupsinya di proyek-proyek fisik desa,” kata Syarif.

Indikasi korupsi proyek fisik swakelola desa diduga ditutupi dengan memanipulasi LPJ. Desa Manggeasi  pada tahun 2017 mengelola anggaran DD/ADD sebesar Rp1,6 miliar. Temuan Inspektorat dengan indikasi yang sama juga muncul pada LPJ DD/ADD Desa Malaju, yakni sebesar Rp200 juta. Desa Malaju pada tahun 2017 mengelola DD/ADD sebesar Rp1,4 miliar. Indikasi kerugian negara dari penyimpangannya kini masih dihitung. (why)

  Bandar Sabu Makin Merana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here