Dua Kabur, 35 Jukir Liar Ditertibkan

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram, tak ingin kecolongan lagi dengan potensi parkir. Sejumlah titik disisir dan dilakukan uji petik. Hasilnya, 35 juru parkir liar ditertibkan dan dua lainnya berhasil kabur.

Penertiban jukir dilakukan secara berkala. Titik – titik potensial seperti kawasan Ampenan, Sekarbela, Mataram dan Selaparang menjadi target operasi.

Iklan

Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, Drs. H. Khalid ditemui usai penertiban mengatakan, penertiban jukir liar selama seminggu telah dilakukan evaluasi terhadap potensi – potensi parkir di Kota Mataram. Dari hasil penyisiran ditemukan 35 jukir liar di wilayah Ampenan dan Sekarbela. Jukir ini kemudian diberikan pembinaan dan dibuatkan pernyataan untuk menetapkan sebagai kawasan potensi parkir. “Tadi dua kabur di Jalan Sriwijaya. Sedangkan, 35 jukir liar sudah kita berikan pembinaan,” kata Khalid, Selasa, 8 November 2016.

Beberapa titik potensial ditemukan Dishubkominfo, jukir mendapatkan Rp 30 – 40 ribu. Ini akan digarap maksimal sebagai tambahan PAD. Apalagi dengan penerapan Perda Kota Mataram Nomor 7 tahun 2015 dan Perwal Nomor 9 tahun 2016, bahwa pembayaran parkir tepi jalan umum tidak lagi dengan netto melainkan bruto.

Kalau dilihat penggunaan karcis, sebagian besar jukir sudah menggunakan dan memberikan pelanggan. Karcis ini sebagai bukti transaksi pelanggan, sehingga jika terjadi kehilangan akan menjadi tanggungjawab jukir untuk mengganti.

“Ada jukir tidak pakai seragam, saya suruh pulang ambil rompinya,” tegasnya.

Penertiban jukir tersebut akan tetap dilakukan hingga Bulan Desember. Ini sebagai bentuk penataan data dan sistem sebelum penerapan Perda di tahun 2017. Termasuk titik parkir jadi keluhan Loang Baloq, Pantai Gading, Taman Udayana dan Taman Selagalas secara keseluruhan akan ditertibkan.

Kepala Bidang Pengendalian, Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas, Mahfuddin Noor menambahkan, semua potensi parkir di Kota Mataram terus akan disisir. Penertiban sekaligus uji petik digelar Selasa dan Kamis, untuk memastikan tidak ada parkir liar. Hal seperti ini diduga sebagai pemicu kebocoran pajak parkir. (cem)