Dua Inovasi NTB Masuk 99 Top Nasional

Lalu Hamdi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dua inovasi pelayanan publik asal NTB masuk dalam 99 top inovasi pelayanan publik tingkat nasional. Dua inovasi tersebut berasal dari Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Bima.

‘’Dua inovasi asal NTB yang masuk 99 Top Nasional,’’ ujar Kepala Biro Organisasi Setda NTB, Ir. Lalu Hamdi, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 19 Juni 2020.

Iklan

Berdasarkan pengumuman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB), dua inovasi asal NTB yang masuk 99 Top Nasional. Yaitu, aplikasi “dr. Sapto Anthro” Mudah Cepat dan Tepat untuk Penilaian dan Pemantauan Pertumbuhan Balita dari Lombok Barat. Sedangkan inovasi dari Kabupaten Bima adalah Gebrak Bimantika atau Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan Gizi dan Anemia.

Hamdi mengatakan, ke depan inovasi di seluruh OPD Pemprov NTB dan Pemda Kabupaten/Kota akan diintensifkan lagi. Sehingga lebih banyak inovasi pelayanan publik yang dapat berkompetisi di tingkat nasional.

‘’Karena memang saya yakin di setiap OPD dia berinovasi. Tinggal kita sekarang rajin menginventarisir inovasi-inovasi yang ada di OPD. Kita komunikasi dengan kabupaten/kota dan dinas-dinas,’’ ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB ini mengatakan, setiap OPD Pemprov selama beberapa tahun terakhir memang diharuskan membuat inovasi pelayanan publik. Ia memberikan contoh seperti di DKP NTB, ada inovasi Samsat Kapal Nelayan dan kemitraan pengelolaan kawasan konservasi.

Kemudian di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) ada inovasi irigasi tetes (drip irigation). Untuk menggerakkan OPD dalam berinovasi, menurut Hamdi, OPD harus rajin-rajin dikunjungi. Ia mengatakan, inovasi pelayanan publik juga akan berpengaruh terhadap grade suatu daerah. ‘’Semakin banyak inovasi, grade daerah kita akan tinggi,’’ tandasnya.

Kemen PANRB melalui Tim Panel Independen telah mengumumkan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dan 15 Finalis Kelompok Khusus pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020. Seluruh inovasi terpilih tersebut dihasilkan melalui penilaian proposal oleh Tim Evaluasi yang selanjutnya dilakukan FGD Penentuan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dan 15 Finalis Kelompok Khusus oleh Tim Panel Independen KIPP 2020.

Rilis yang diterima Suara NTB, Jumat, 19 Juni 2020, inovasi terpilih itu tertuang pada Surat Pengumuman No: B/153/PP.00.05/2020 tanggal 18 Juni 2020 tentang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemda, BUMN, dan BUMD Tahun 2020.

Instansi pemerintah yang berhasil masuk daftar Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 terdiri dari 11 kementerian, 9 lembaga, 9 pemerintah provinsi, 42 pemerintah kabupaten, dan 15 pemerintah kota. Sedangkan instansi pemerintah yang berhasil masuk daftar 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020 terdiri dari 1 kementerian, 1 lembaga, 3 pemerintah provinsi, 4 pemerintah kabupaten, 4 pemerintah kota, dan 1 BUMN.

Dalam surat tersebut disampaikan bahwa dibuka kesempatan untuk masyarakat memberikan opini, dukungan, atau keberatan terhadap seluruh inovasi pelayanan publik terpilih. Keberatan bisa disampaikan dengan catatan bahwa yang diajukan wajib disertai bukti relevan yang dapat menjadi pertimbangan bagi Tim Panel Independen untuk mengeluarkan inovasi yang bersangkutan dari daftar Top 99 dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020. Tindak lanjut terhadap opini yang disampaikan masyarakat dapat dilakukan mulai 18 Juni 2020.

Pengajuan proposal inovasi pelayanan publik melalui Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) berlangsung sejak tanggal 4 Maret hingga 10 Mei 2020. Jumlah proposal inovasi yang terdaftar di Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) berjumlah 3.059 inovasi. Sebanyak 2.250 proposal inovasi yang terdiri dari 2.126 proposal Kelompok Umum, 33 proposal Kelompok Replikasi, dan 91 proposal Kelompok Khusus, berhasil lolos seleksi administrasi.

Seluruh proposal tersebut kemudian dilakukan penilaian oleh Tim Evaluasi dan dihasilkan 229 nominasi proposal Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020. Tim Evaluasi melakukan penilaian proposal dan menyerahkan hasil penilaian kepada Tim Panel Independen. Pada rapat pleno tanggal 17 Juni 2020, Tim Panel Independen yang dipimpin Prof. J.B Kristiadi memilih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020.

KIPP 2020 mengusung tema Transfer Pengetahuan untuk Percepatan Inovasi Pelayanan Publik dalam rangka Mendukung Terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Indonesia Maju. Berbeda dengan penyelenggaraan KIPP tahun sebelumnya, KIPP 2020 membagi peserta menjadi tiga kelompok, yaitu Kelompok Umum, Kelompok Replikasi dan Kelompok Khusus. Bagi Kelompok Umum dan Kelompok Replikasi akan menghasilkan Top 99 dan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Sedangkan bagi Kelompok Khusus, akan diperoleh 15 Finalis dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2020. (nas)