Dua Hektar Lahan Pertanian Terendam

Tanaman padi di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela telah dipanen. Seluas 2 hektar tanaman padi terendam akibat hujan lebat beberapa hari lalu. Lahan Pertanian di kawasan Lingkar Selatan merupakan titik rawan terjadi genangan. Saluran irigasi banyak berubah menjadi perumahan. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Intensitas hujan tinggi pada Minggu, 1 Maret 2020 , tak hanya menyebabkan rumah terendam. Seluas dua hektar lahan pertanian di Kota Mataram, turut terendam. Kondisi irigasi yang buruk dinilai jadi pemicu. Petani terancam merugi. Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Muttawali dikonfirmasi, Kamis, 5 Maret 2020 membenarkan bahwa tanaman padi yang telah berusia 10 – 27 hari terendam akibat hujan beberapa hari lalu.

Lokasinya berbeda-beda di sejumlah titik di Kota Mataram. Dan, areal tanaman terendam mulai dari 10 are sampai 50 are. Setelah dikalkulasi oleh penyuluh di lapangan seluas satu sampai dua hektar yang terendam. “Lokasinya spot – spot. Kalau dihitung sekitar 1 – 2 hektar,” sebutnya. Beruntungnya tanam padi tersebut tidak terendam begitu lama, sehingga petani bisa menyelamatkan tanaman mereka.

Iklan

Muttawali menyampaikan, terendamnya padi dipicu saluran irigasi rusak akibat perumahan, bersentuhan dengan drainase dan aktivitas warga yang membangun di atas saluran tanpa diketahui pemerintah. Kondisi ini telah dikoordinasikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Dengan harapan saluran irigasi diperbaiki. “Masyarakat sendiri juga sudah melapor,” ucapnya.

Lahan pertanian rawan terendam setiap tahunnya di kawasan Lingkar Selatan. Disana sebut Muttawali, saluran irigasi bersatu dengan saluran di pinggir jalan. Pihaknya telah mengingatkan masyarakat agar musim hujan tidak menanam padi. Dianjurkan menanam kangkung dan lain sebagainya. Kalaupun petani ngotot  tanam padi. Petani dipaksakan mengikuti asuransi usaha tani.

Asuransi usaha tani jelasnya, menjadi solusi. Petani hanya membayar Rp36.000 untuk satu hektar. Kalau gagal petani akan mendapatkan asuransi Rp 6 juta. “Rata – rata petani di Mataram sudah dimasukan ke asuransi tani yang merupakan subsidi pemerintah,” jelasnya. Pihaknya juga telah menyiapkan mesim pompa, tetapi jarang dipakai. Dengan luas lahan pertanian di kawasan Lingkar Selatan mencapai 5 hektar tidak akan efektif. Berbeda halnya di Rembiga bisa lebih cepat. (cem)