Dua Hari, Kasus Covid-19 di KSB Catat Perkembangan Positif

Infografik Covid-19 KSB, tanggal 9 Januari 2020.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Catatan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Sumbaws Barat (KSB) pada akhir pekan ini menunjukkan hal positif. Selama 2 hari data menunjukkan terdapat 13 pasien dinyatakan sembuh sementara hanya ada 2 tambahan kasus konfirmasi baru.

Untuk catatan kesembuhan sebanyak 12 orang, berdasarkan rilis Satgas Pemprov Covid-19 NTB yang diteruskan oleh gugus kabupaten menunjukkan semuanya terjadi pada tanggal, 9 Januari lalu. Pada rilis hari Jum’at tersebut, disebutkan ke-13 pasien yang sembuh berasal dari 2 kecamatan. Rinciannya 11 orang dari kecamatan Taliwang dan 2 pasien sisanya berasal dari kecamatan Brang Rea.

Berikutnya untuk kasus konfirmasi baru, diumumkan pada, Sabtu, 9 Januari. Dalam rilis resminya, Satgas Covid-19 KSB menyebutkan, masing-masing warga yang terpapar berasal dari kecamatan Poto Tano dan kecamatan Seteluk. Di mana awal penularan keduanya ditengarai berasal dari kontak orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Selanjutnya, meski dalam catatan terbaru jumlah kesembuhan pekan ini terbanyak disumbangkan oleh kecamatan Taliwang. Tetapi secara keselurahan catatan temuan kasus Covid-19 KSB masih menempatkan wilayah kota itu dalam posisi peratama kasus terkonfirmasi. Dalam catatan Satgas Covid-19 kabupaten, dari total 26 pasien yang masih menjalani isolasi maupun perawatan, 7 pasien adalah warga Taliwang.

Berikutnya, ada kecamatan Seteluk dengan 5 kasus konfirmasi. Kecamatan Poto Tano, Malui dan Sekongkang masing-masing 4 kasus dan terakhir ada kecamatan Brang Rea yang mencatat 3 warganya masih berstatus positif.

Yang cukup menggembirakan, catatannya secara kewilayahan ada kecamatan Brang Ene dan Jereweh. Kedua wilayah ini berdasarkan catatan Satgas Covud-19 KSB, sejak tanggal 3 Januari lalu sudah  kembali dinyatakan zona hijau dan bertahan hingga saat ini.

Juru bicara Satgas Covid-19, H. Tuwuh yang dikonfirmasi menyebutkan, dari 26 pasien yang masih dinyatakan positif hanya 1 diantaranya yang menjalani perawatan. Sisanya 25 pasien melakukan proses oemulihan dengan prosedur karantina mandiri di rumah masing-masing. “Alhamdulillah sampai sekarang tren pasien positif kita tetap tanpa paling banyak tanpa gejala,” sebutnya, Minggu, 10 Januari 2021.

Dengan status tanpa gejala, menurutnya, proses penyembuhan lebih pada kedisplinan para pasien. Sebab yang dikhawatirkan dari pasien bukan pada lamanya bersangkutan akan mengidap virus corona itu, tetapi lebih pada potensi pasien tidak menularkannya ke orang lainnya selama menjalani karantina.

“Kalau mereka patuh dengan pola karantina dengan semaksimal mungkin menghindari kontak erat dengan orang lain. Maka 14 berikutnya mereka kan akan dinyatakan sembuh,” pungkas H. Tuwuh.(bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here