Dua Bulan Gratis, Selanjutnya Tergantung Subsidi

Mataram (suarantb.com) – Bis Rapid Transit (BRT) alias Bus Trans Mataram yang ditujukan khusus untuk pelajar akan beroperasi bulan depan. Dua bulan pertama pelajar di Kota Mataram bisa menaiki bus dengan gratis. Namun untuk 2017 bus gratis tergantung subsidi dari Pemerintah Kota Mataram.

“Dua bulan ini kita gratiskan, karena sudah ada bantuan subsidi dari pemerintah pusat melalui Perum Damri sebagai pelaksana. Untuk selanjutnya harapannya supaya Pemerintah Kota Mataram bisa memberi subsidi,” ujar Kepala Dishubkominfo NTB, Lalu Bayu Windya.

Iklan

Sebagai pelaksana, Bayu mengakui Perum Damri diberi kebebasan untuk menentukan tarif jika memang tidak ada subsidi dari Pemkot Mataram. Karena tidak mungkin bagi Damri untuk mengeluarkan dana operasional BRT. “Untuk tahun 2017, terserah Damri untuk menetapkan tarif BRT. Jika memang tidak ada subsidi dari pemkot,” imbuhnya.

Untuk membantu subsidi BRT pada 2017, Dishubkominfo NTB tengah mengajukan permohonan bantuan dana dari pemerintah provinsi. Agar BRT mendapat bagian anggaran dari APBD 2017 demi bisa terus beroperasi.

“Ini kan tugas dari pusat, masa tidak dikerjakan,” tambahnya.

Bayu menambahkan jika dalam masa uji coba November dan Desember Damri ingin mengoperasikan BRT setelah lewat jam berangkat dan pulang sekolah, 06.00-08.00 dan 13.00-15.00, hal itu merupakan kewenangan Damri. Tetapi penumpang di luar jam tersebut harus dikenakan tarif. Karena subsidi pemerintah hanya untuk membayar biaya operasional di dua waktu tersebut.

Mengenai biaya operasional harian yang diperlukan untuk pelayanan 25 bus tersebut, Bayu tidak ingin memberikan gambaran. Menurutnya hal itu merupakan bagian urusan Damri, bukan Dishubkominfo. “Itu kan hitung-hitungannya Damri. Masa kita ngitungin untungnya orang,” katanya sambil tertawa. (ros)