Dua Bulan, Delapan Kasus Gigitan Anjing Rabies di Dompu

Rahmat. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, mencatat 2.306 kasus gigitan anjing rabies di wilayah ini. Terhitung sejak penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Januari tahun 2019. Delapan kasus diantaranya terjadi selama Januari-Februari 2021.

Kepala Bidang P2PL Dikes Dompu, Rahmat, Skm., kepada Suara NTB di kantornya, Senin, 8 Maret 2021 menyampaikan, dari ribuan kasus yang ditemukan selama beberapa tahun terakhir, data korban meninggal belum mengalami perubahan, yakni baru 16 orang.

Iklan

Meski demikian, korban gigitan terus bertambah tiap bulannya. “Januari kemarin saja ada lima kasus, sedangkan Februari tiga. Jadi total delapan kasus selama 2021,” ungkapnya.

Data tambahan delapan korban gigitan selama Januari-Februari 2021, menurut dia, jauh mengalami penurunan jika dibanding tren kasus di bulan yang sama pada tahun 2020. Pasalnya, selama Januari-Februari  sudah tercatat 79 kasus.

Kendati cenderung mengalami penurunan, serangan hewan pembawa rabies tersebut masih menjadi ancaman serius di wilayah ini. Karenanya, ia terus berkoordinasi dengan instansi teknis guna memperkuat program vaksinasi dan eliminasi anjing liar. “Harapan kami mereka tetap berupaya maksimal meminimalisir keberadaan HPR. Terutama pasca panen raya jagung nantinya,” ujar dia.

Selain menekankan upaya eliminasi terhadap sumber gigitan, masyarakat diminta tetap menaruh kewaspadaan mandiri, pun tidak abai ke pusat pelayanan kesehatan jika menjadi korban gigitan anjing rabies.

Karena dari belasan korban meninggal dunia yang ditemukan selama ini, tegas Rahmat, sebagian besar dari mereka enggan untuk berobat ke sarana kesehatan. “Ini salah satu upaya terbaik menekan angka kematian. Jadi walaupun tetap ada gigitan, kita bisa tekan kematian dengan pemberian vaksin anti rabies,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional