Dua Bulan, 909 Pengendara Terjaring Razia

Kendaraan yang berhasil dirazia Sat Lantas Polres Bima Kota diamankan di Mapolres setempat, Selasa, 25 Februari 2020. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Dalam Dua Bulan ini, tercatat sebanyak 909 pengendara yang melakukan pelanggaran Lalu Lintas terjaring razia. Jumlah pelanggar yang ditilang tersebut, terjaring lewat razia rutin mulai bulan Januari hingga Selasa, 25 Februari 2020.

Ratusan pelanggar yang ditahan itu, terdiri dari kendaraan roda dua dan roda empat. Setiap pelanggar diberikan surat tilang dan SIM, STNK bahkan kendaraannya ditahan.

Iklan

Kasat Lantas Polres Bima Kota, Iptu Risqi Ardian STK, mengungkapkan, dari jumlah 909 yang terjaring itu terdapat 386 lembar yang ditilang dan ditahan SIMnya. Semantara pelanggar yang ditahan STNK yakni sebanyak 421 lembar.

“Kami tahan kendaraan roda dua sebanyak 94 unit dan roda empat hanya delapan unit,” katanya, Selasa, 25 Februari 2020.

Diakuinya, pelanggaran lalu lintas di Kota Bima masih tinggi. Pasalnya, setiap operasi, baik operasi gabungan maupun kegiatan rutinitas pagi, masih banyak ditemukan pelanggaran. Seperti pengendara yang tidak memakai helm, tidak bawa surat kendaraan dan pengendara yang tidak lengkap fisik kendaraan.

“Kami rutin lakukan razia di berbagai titik di Kota Bima. Kadang kami lakukan pagi hari. Bahkan dua sampai tiga kali sehari. Sayangnya, masih saja kami temukan pengendara yang melanggar,” ujarnya.

Razia yang dilakukan terus menerus tersebut, lanjutnya bukan hanya dilakukan di Kota Bima saja, tapi semua di wilayah NTB, menindaklanjuti perintah Kapolda NTB. Hal itu bertujuan untuk meminimalisir terjadinya pencurian sepeda motor (curanmor).

“Selain mendidik masyarakat untuk patuh lalu lintas, kegiatan kami juga dapat membantu kerja Sat Reskrim. Seperti motor bodong, begitu kami temukan langsung koordinasikan dengan mereka. Dan kami serahkan Barang Bukti (BB) itu untuk diproses lebih lanjut lagi,” ujarnya.

Untuk itu, Ia mengimbau dan meminta masyarakat yang mengalami kehilangan motor agar segera melaporkan ke kantor Kepolisian. “Kami tetap akan mengembalikan sama pemiliknya, dengan catatan pemilik motor harus ada surat dan legalitas sebagai pendukung kepemilikan,” pungkasnya. (uki)