Dua Bulan, 30 Kasus Kekerasan Terjadi di Lotim

Selong (Suara NTB) – Kasus kekerasan di Kabupaten Lotim cukup memprihatinkan. Pasalnya, dari catatan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada awal tahun 2017 tercatat sebanyak 30 kasus kekerasan. Demikian disampaikan Kanit PPA Satreskrim Polres Lotim, Aipda I Nengah Wardika, SH, pada Suara NTB, Selasa, 21 Maret 2017.

Sebanyak 30 kasus kekerasan pada awal tahun 2017 (Januari-Februari) terbagi di antaranya, 11 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perbuatan cabul, sebanyak 4 kasus pemerkosaan. Selain itu, 8 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sebanyak 2 kasus tergolong penganiayaan, dan 3 kasus pencurian anak dibawah umur (kawin), serta 3 kasus kekerasan fisik terhadap anak.

Iklan

“Dari 30 kasus itu, sebanyak 6 kasus yang sudah P21 yakni kekerasan seksual terhadap anak, sementara KDRT diselesaikan secera kekeluargaan,” jelasnya.

Untuk kasus kekerasan fisik terhadap anak seperti kasus pembuangan bayi, katanya disebabkan hasil hubungan gelap seperti selingkuh ketika suaminya bekerja di luar negeri, maupun hasil hubungan gelap yang dilakukan oleh para pelajar. Faktor-faktor itu terjadi, menurutnya dikarenakan faktor lingkungan, termasuk faktor perkembangan tekhnologi yang saat ini siapapun bisa mengakses apapun, dimanapun tanpa terbatas.

Untuk itu, ia mengimbau kepada orang tua, guru maupun sejumlah pihak yang berkepentingan untuk bisa mensosialisasikan sejumlah faktor-faktor ini, baik di lingkungan pelajar maupun masyarakat pada umumnya. “Peran semua pihak kita harapkan di sini untuk menekan kasus kekerasan, kita dari kepolisian juga tidak bisa bergerak sendiri,” harapnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here