Dua Bocah Tenggelam di Embung Jenggik, Satu Meninggal, Satu Kritis

Bendungan Jenggik, lokasi korban tenggelam. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Dua bocah pelajar SD, dikabarkan tenggelam di Embung Jenggik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur (Lotim), sekira pukul 12.30 Wita, Selasa, 14 September 2021. Satu meninggal dunia dan satunya lagi terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Mataram.

Siswi SD yang meninggal adalah Baiq DAP (9) warga Dusun Samang Desa Jenggik Kecamatan Terara. Sedangkan rekannya yang selamat dan dilarikan ke rumah sakit, BSO (9) yang beralamat sama dengan korban meninggal.

Iklan

Pelaksana Tugas Kapolsek Terara, Iptu Lalu Jaharudin membenarkan kejadian tersebut. Embung Jenggik atau disebut juga embung jago ini diketahui belum lama ini dinormalisasi.

Kronologis kejadian, Samsul Hadi (35) sedang memancing ikan bersama saksi temannya Kus (30) di sebelah timur pinggiran bendungan Jenggik. Tiba-tiba saksi mendengar warga lain bernama Nuraini berteriak minta tolong bahwa ada anak-anak yang tenggelam di bendungan Jenggik sebelah barat.

Dua orang yang sedang asyik mancing inni pun langsungg lari ke tempat kejadian dan melihat ada gelembung udara muncul dari dalam air. Kedua warga dari dusun setempat ini pun langsung turun sambil mencari korban di kedalaman sekitar 2 meter.

Korban pertama ditemukan adalah BSO yang dilihat masih bisa bernafas. Samsul Hadi kemudian mengangkat korban ke atas pinggir bendungan. Beberapa langkah, kakinya terbentur oleh badan korban pertama DAP. Setelah meletakkan korban kedua baru kemudian mengangkat tubuh DAP yang ditemukan ternyata sudah tidak bernafas.

Kedua korban kemudian dilarikan ke puskesmas Terara untuk menerima penanganan medis. Akan tetapi, DAP dinyatakan sudah tidak bisa tertolong. Sedangkan siswi malang satunya langsung dilarikan ke rumah sakit di Mataram karena kritis. Jenazah DAP kemudian dibawa ke rumah duka di dusun Samang.

Aparat kepolisian setempat sudah mendatangi Tempat Kejadian Perkara dan meminta keterangan dari para saksi. Pada saat kejadian kedua orang tua korban tidak sedang berada di tempat. Ayah korban Lalu Munayadi (32) sedang bekerja di Bali. Sedangkan Ibu korban, Hasriwati (34) tahun, sedang berada di Lombok Tengah.

Bendungan Jenggik diketahui merupakan bendungan tradisional yang airnya berasal dari air tadah hujan. Debit air bendungan 1/3 dari luas bendungan.

Adapun, kedalaman air di tempat korban tenggelam sekitar 2 meter. Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan outopsi. (rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional