Dua Berkas Tersangka Kasus Pusuk Sembalun Segera Dilimpahkan ke Jaksa

Kasat Reskrim Polres Lotim,  Joko Tamtomo (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Penyidik dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lombok Timur (Lotim) menargetkan dua berkas dari dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek penataan kawasan Pusuk Sembalun rampung. Bahkan dua berkas ini ditargetkan rampung minggu depan dan segera dilimpahkan lagi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim.

“Posisi saat ini, penyidik tipikor sedang melakukan perbaikan berkas untuk tersangka kontraktor serta melakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka KPA dan KPA inisial HAM,” ujar Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Joko Tamtomo, SH,SIK, dikonfirmasi, Selasa,  23 Oktober 2018.

Iklan

Ditegaskan Joko, kedua orang tersangka itu sudah ditetapkan sekitar dua bulan yang lalu. Untuk tersangka kontraktor, berkasnya sebelumnya sudah dilimpahkan ke Kejari Lotim untuk dilakukan persidangan. Kontraktor CV Perames Raya inisial SA. SA menjadi tersangka pertama dalam proyek senilai Rp 2 miliar tersebut. Akan tetapi, dari pemeriksaan jaksa bahwa masih terdapat beberapa item yang harus dilengkapi oleh penyidik dari kepolisian. Dari instruksi jaksa supaya dilakukan pemeriksaan tambahan sebelum berkasnya dilimpahkan kembali ke Kejari Lotim.

 “Jadi ada petunjuk dari jaksa untuk dilakukan pemeriksa tambahan terutama terhadap tersangka HAM ini selaku KPA dan PPK. Target minggu depan dua berkas dari dua tersangka ini kita limpahkan ke Jaksa,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, berkas kasus dugaan korupsi proyek penataan kawasan Pusuk Sembalun Lotim dengan tersangka kontraktor beberapa waktu lalu dikembalikan Kejari Lotim ke penyidik Satreskrim Polres Lotim. Hal tersebut dikarenakan adanya pemberkasan yang belum lengkap baik formil maupun materil. Untuk kelanjutan penanganannya, jaksa saat ini masih menunggu perbaikan berkas dari aparat kepolisian.

Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lotim, Wasita Triantara, mengaku pihaknya sudah melakukan penelitian terhadap berkas kasus Pusuk Sembalun yang dilimpahkan aparat kepolisian dalam tahap satu. Penelitian dilakukan apakah berkas dalam kasus tersebut sudah lengkap dan apakah nantinya ada pengembalian atau tidak. Dari hasil penelitian itu, berkas kasus Pusuk Sembalun yang bergulir sejak tahun 2016 itu masih terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh penyidik, sehingga berkasnya dikirim balik.

Proyek penataan kawasan pusuk Sembalun ini menelan anggaran keseluruhan sebesar Rp2 miliar. Dari total anggaran itu, sebesar Rp1,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik dengan nama proyek penataan prasarana Pusuk Sembalun dengan melakukan pembangunan sejumlah fasilitas fisik di tiga titik, seperti pembuatan gapura di Sebau, penataan Pusuk Sembalun, serta pembuatan gerbang selamat datang. Namun, dalam pengerjaannya dinilai mengalami kejanggalan, sehingga aparat kepolisian langsung turun untuk mengusut proyek tersebut. (yon)