Dua Bendungan di Dompu Jebol Diterjang Banjir

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu terancam kesulitan air bersih dan air irigasi akibat jebolnya dua bendungan vital bagi ketersediaan air bersih dan air irigasi bagi warga di Kecamatan Woja. Bendung Kamudi untuk air baku di instalasi pengolahan air (IPA) Selaparang milik PDAM dan bendungan Rababaka yang mengairi sawah irigasi seluas 1.805 ha.

Pengolahan air bersih Selaparang milik PDAM Dompu ini mengairi kebutuhan air bersih untuk wilayah sebagian Kelurahan Kandai Dua, Montabaru, Desa Wawonduru, Desa Matua, Desa Rababaka, Desa Bakajaya, dan Desa Nowa Kecamatan Woja. Karena jebolnya bendungan sumber air baku, bak pengolahan air pun kering dan tidak bisa mengolah air bersih untuk didistribusikan ke pelanggan sejak Selasa (18/4) malam sesaat setelah banjir.

Iklan

Plt Dirut PDAM Dompu, Agus Supandi, SE kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Rabu, 19 April 2017 mengatakan, pihaknya cukup kaget mendapat informasi bendung Kamudi yang menjadi sumber air baku untuk pengolahan Selaparang jebol diterjang banjir. Awalnya dikira hanya ditutup sedimentasi akibat banjir. Setelah airnya surut, ternyata bendung dan pintu air pengatur air masuk ke pipa induk yang menghantarkan air baku ke pengolahan juga jebol.

“Makanya, sejak semalam, air di bak pengolahan Selaparang kosong akibat jebolnya bendungan itu,” jelasnya.

Agar air bisa segera dialirkan ke bak pengolahan, kata Agus, paling cepat dengan pemasangan bronjong sebagai bendung di Kamudi, sehingga air terangkat dan bisa mengalir di perpipaan penghantar air.

“Untuk memastikan itu, sebagian petugas kami sudah duluan ke lokasi. Kita juga sebentar lagi akan turun ke lokasi untuk mengukur dan melihat kerusakan bendung, sehingga kita bisa menyusun perencanaan perbaikan ke pemerintah. Karena ndak mungkin kita perbaiki sendiri bendungnya,” katanya.

Untuk sementara, Agus mengaku, pihaknya akan mengupayakan air bersih diantarkan menggunakan mobil tangki ke pemukiman warga.

Sebelum jebolnya bendungan Kamudi, perpipaan induk pengantar air ke bak pengolahan di Desa Selaparang juga bocor oleh alat berat pekerja proyek. Akibatnya, sekitar empat hari warga yang diairi dari pengolahan Selaparang tidak bisa menikmati air bersih. Apalagi di Dusun Selaparang juga cukup lamban mendapat pasokan air walaupun berada dekat dengan pengolahan air karena perpipaannya yang kecil.

Terlebih sistem salurannya masih sejajar dengan pengolahan dan tidak didukung elevasi. “Ketika air baru mau akan mengalir semua, malah bendung kita di Kamudi jebol,” jelasnya.

Sementara bendung Rababaka yang kembali jebol diterjang banjir akibat diterjang banjir, Selasa sore kemarin, pada Rabu, 19 April 2017 mulai dibuatkan saluran alternatif untuk bisa mengalirkan air ke saluran irigasi oleh kontraktor pelaksana pembangunan bendung Rababaka yaitu PT Masayu Trakindo Medan Sumatera Utara.

“Kita akan alirkan langsung air sungai ke saluran irigasi menggunakan tiga gorong – gorong. Ini cara agar tidak semua air sungai masuk. Kalau semua masuk (ke saluran irigasi), bisa mengancam perkampungan (Rababaka) sini,” kata Pribadi Selamet dari pengawas pengairan yang sekaligus pengawas proyek pembangunan bendungan Rababaka.

Selamet pun berjanji dalam waktu tidak terlalu lama, air di saluran irigasi teknis untuk mengairi sawah hingga 1.805 ha dari DI Baka akan segera mengalir. “Mengalirkan air ini menjadi hal utama yang saya ingatkan kepada kontraktor. Karena kita tidak ingin para petani ribut karena tidak ada air yang mengalir,” jelasnya.

Selain jebolnya bendung sementara bendungan Rababaka yang dibuat kontraktor bersama petani pekan lalu, material batu sebanyak 130 truk yang diangkut untuk membuat jalur alat berat yang akan mengerjakan bendung Rababaka juga terbawa arus banjir. Termasuk bronjong dan sejumlah material untuk mengalirkan air ke saluran akibat jebol, 3 April lalu.

Kepala BPBD Kabupaten Dompu, Drs Imran yang dihubungi terpisah terkait kerusakan dua bendung vital ini mengatakan, kerusakan bendung Kamudi untuk kebutuhan air baku bagi pengolahan air milik PDAM di Selaparang agar segera dikoordinasikan dengan pihaknya. Sehingga bisa segera diupayakan bantuan tanggap darurat seperti pembuatan bendung dari bronjong. Kalau tidak segera diajukan, dikhawatirkan tidak bisa diakomodir karena lewat masa tanggap darurat.

“Kita akan koordinasikan dengan Dirut PDAM untuk penanganannya. Kita berharap cepat dilakukan,” katanya.

Namun ia berharap, agar kontraktor pelaksana proyek pembangunan bendungan Rababaka segera mengalirkan air ke saluran irigasi yang kembali jebol setelah diperbaiki pekan kemarin. Karena dari DI Baka ini mengairi sawah irigasi hingga 1.805 ha dan bila tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan terjagi gagal panen. Saat ini petani sedang membutuhkan air, walaupun untuk sementara masih bisa dibantu dari air hujan. “Tapi kita tidak boleh menunggu ada gejolak dari petani, kita harus segera perbaiki agar air masuk ke saluran,” harapnya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here