Dua Bendungan Besar, Solusi Ahyar-Mori untuk Lotim Selatan

Selong (Suara NTB) – Selama ini, pembangunan di di wilayah Lombok Timur (Lotim) tampaknya belum menyentuh semua lapisan. Buktinya, masih banyak problem mendasar masyarakat di daerah dengan jumlah penduduk terbesar ini, yang belum dibenahi oleh pemimpinnya.

Misalnya saja, problem kekeringan dan kesulitan air bersih yang kerap melanda kawasan selatan  Lotim. Akibat problem ini, masyarakat pun akhirnya harus berjuang keras untuk bebas dari ketertinggalan. Tak heran kemudian jika kondisi ini akhirnya menimbulkan dampak berantai kepada sektor lainnya. Seperti pendidikan dan kesehatan yang kemudian menjadi penyumbang buruknya Indeks Pembangunan Manusia alias (IPM) di Lotim.

Iklan

Problem inilah yang menjadi salah satu perhatian utama pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2, TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, saat menghadiri pertemuan terbatas tingkat kabupaten di Lapangan Sakra Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/4).

Pertemuan terbatas ini dihadiri ribuan pendukung, relawan, dan simpatisan paslon yang didukung oleh 9 partai politik ini. Kegiatan kampanye ini juga dihadiri sejumlah tokoh-tokoh masyarakat berpengaruh, serta tokoh pemuda Lombok Timur lainnya.

Pada pidato politiknya TGA menyampaikan beberapa hal yang terjadi di Lombok Timur. TGA menyayangkan pembangunan di Kabupaten Lombok Timur hanya dirasakan oleh kaum elit, yang dibuktikan dari angka kemiskinan yang masih cukup tinggi. Begitu juga dengan angka kesenjangan sosial dan IPM Kabupaten Lombok Timur yang masih di posisi 8 dari 10 kabupaten.

“Masalah pembangunan itu adalah prioritas. Mau atau tidak mau sebagai pemerintah dalam membangun daerah, jika kami terpilih, dengan janji kerja yang berpihak kepada masyarakat, Inshaa Allah permasalahan yang ada kita bisa selesaikan bersama,” ujar tuan guru yang akrab disapa TGA ini.

Selain itu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Lombok bagian selatan, terutama permasalahan kekeringan yang sering melanda daerah ini setiap tahun, Ahyar-Mori berjanji akan membangun bendungan besar, yaitu bendungan di Pujut dan Mujur dan siap melakukan pendistribusian air bersih dari Lombok bagian utara sampai ke bagian selatan.

“Permasalahan yang sering kita hadapi adalah kekeringan. Kalau kita berniat untuk menyelesaikannya, ya pasti bisa. Kalau kami diberikan kesempatan untuk memimpin NTB, akan kami bangun 2 bendungan yang bisa memasok air baku untuk pertanian. Selain bendungan kami juga siap memasang pipa untuk memanfaatkan keberlimpahan air di utara untuk dialirkan ke daerah Lombok bagian selatan, karena Lombok bagian selatan memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan sangat membutuhkan air,” ujar Walikota Mataram 2 Periode ini.

Mengatasi masalah pertanian dan kekeringan ini memang menjadi salah satu program dan janji kerja yang terus dicanangkan oleh pasangan Ahyar – Mori dalam setiap kesempatan kunjungan ke wilayah-wilayah Lombok Tengah dan Lombok Timur terutama bagian selatan. Hal ini memang menjadi perhatian serius Ahyar-Mori, lantaran masyarakat sangat bergantung pada hasil pertanian, sementara masalah kekeringan terus saja terjadi setiap tahun, terutama di musim kemarau.

Sejumlah masyarakat yang hadir pada pertemuan terbatas ini, sangat antusias dengan rencana Ahyar-Mori dalam membangun wilayah bagian selatan ini.  Mereka berharap, Ahyar-Mori dapat memenangkan pilgub, sehingga masalah kekeringan di Kabupaten Lombok Tengah ini bisa segera teratasi. (tim)