Drainase Kota Mataram Tak Mampu Tampung Debit Air

Mataram (suarantb.com) – Beberapa titik di Kota Mataram masih menjadi langganan genangan. Saluran drainase yang ada di Kota Mataram rata-rata mengalami penyempitan akibat sedimentasi. Akibatnya saluran-saluran yang ada tidak dapat menampung debit air dan terjadilah genangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, H. Mahmudin Tura mengatakan, disamping penyempitan saluran, proyek perbaikan jalan juga berpengaruh pada penyempitan saluran. Permukaan jalan yang dinaikkan 2 hingga 3 sentimeter menyebabkan aliran air menuju saluran terhambat. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya genangan di tempat-tempat yang sebelumnya belum pernah mengalami genangan.

“Kita memandang secara umumnya seperti itu. Hampir di semua tempat terjadi hal yang sama karena adanya perbaikan jalan. Risiko ini adalah terjadi genangan di tempat yang sebelumnya tidak ada genangan,” paparnya, Senin, 28 November 2016.

Kedepannya, Dinas PU Kota Mataram telah merencanakan untuk melakukan perbaikan saluran. Terutama untuk saluran-saluran primer yang ada di pinggir jalan raya utama. Tahun anggaran 2017, Dinas PU Kota Mataram mendapatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 69 Miliar, yang digunakan untuk perbaikan jalan dan drainase.

“Jadi ke depan, yang harus diperbaiki adalah normalisasi saluran dan perbaikan saluran. Terutama penampangnya harus diperbesar,” ujarnya.

Selain persoalan saluran dan jalan, menurut Mahmudin, permasalahan genangan diakibatkan juga oleh banyaknya alih fungsi lahan. Banyaknya lahan pertanian yang dialihfungsikan sebagai bangunan ikut memengaruhi banyaknya titik genangan di Kota Mataram. Proyek pembangunan mengecilkan saluran serta menurunkan daya serap tanah akibat adanya pembetonan permukaan. (rdi)